Usai Vonis Mati di China, Kanada Imbau Warganya Waspada

Ottawa – Otoritas Kanada memperbarui imbauan perjalanan untuk setiap warganya yang akan pergi ke China. Hal ini dilakukan setelah satu warga Kanada divonis mati dalam kasus penyelundupan narkoba di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (15/1/2019), dalam pernyataan terbaru pada Senin (14/1) malam waktu setempat, Kementerian Luar Negeri Kanada memperingatkan setiap warganya untuk mewaspadai ‘penangkapan sewenang-wenang’ saat berkunjung ke China.

“Kami terus mengimbau seluruh warga Kanada yang bepergian ke China untuk menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi,” demikian bunyi imbauan Kementerian Luar Negeri Kanada untuk setiap warga Kanada.


Robert Lloyd Schellenberg dijatuhi vonis mati oleh pengadilan Dalian di Liaoning, China pada Senin (14/1) waktu setempat. Pengadilan meyakini Schellenberg dikirimkan ke Dalian oleh sindikat pengedar narkoba pada November 2014 untuk merancang aksi penyelundupan lebih dari 222 kilogram methamphetamine dari China ke Australia. Narkoba itu hendak diselundupkan melalui jalur laut.

Schellenberg disebut berperan sebagai sosok yang memeriksa kargo, menaksir muatan dan memutuskan tanggal pengiriman. Schellenberg ditangkap di China bagian selatan pada 1 Desember 2014 setelah kabur dari Dalian dan saat hendak melanjutkan pelarian ke Thailand.

Schellenberg telah diadili sejak tahun 2016 dan sempat divonis 15 tahun penjara, sebelum akhirnya mengajukan banding dan pengadilan setempat memerintahkan digelarnya persidangan ulang yang berujung vonis mati untuknya. Schellenberg memiliki hak untuk mengajukan banding atas vonis mati itu.

Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengecam keras vonis mati yang dijatuhkan terhadap Schellenberg. Vonis mati ini dijatuhkan saat otoritas Kanada dan China tengah bersitegang atas penangkapan petinggi perusahaan telekomunikasi Huawei, Meng Wanzhou, di Vancouver pada Desember 2018.

“Ini menjadi kekhawatiran ekstrem bagi kami sebagai pemerintahan, juga bagi semua teman dan sekutu internasional kami, karena China telah memilih untuk dengan sewenang-wenang menjatuhkan vonis mati dalam kasus-kasus, dalam kasus ini, yang dihadapi seorang warga Kanada,” ucapnya menanggapi vonis mati itu.

(nvc/ita)