Usai Insiden Aeroflot Terbakar, 4 Penerbangan Sukhoi Superjet Dibatalkan

Moskow – Empat penerbangan maskapai nasional Rusia, Aeroflot, dibatalkan usai kebakaran pesawat Sukhoi saat pendaratan darurat di Moskow yang menewaskan 41 orang. Keempat penerbangan yang dibatalkan itu diketahui biasanya menggunakan pesawat jenis Sukhoi Superjet, jenis yang sama dengan pesawat yang mengalami insiden.

Seperti dilansir AFP, Kamis (9/5/2019), data online dari Bandara Sheremetyevo menunjukkan bahwa total lima penerbangan Aeroflot yang dibatalkan hingga Rabu (8/5) malam waktu setempat. Empat penerbangan di antaranya menggunakan pesawat Sukhoi Superjet.

Penerbangan yang dibatalkan itu terdiri atas sejumlah penerbangan domestik dan satu penerbangan tujuan Gothenburg, Swedia.


Alasan pembatalan ini tidak disebut lebih lanjut. Pihak maskapai Aeroflot enggan berkomentar.
Dalam laporan terpisah, kantor berita Baltik, BNS, menyebut satu penerbangan dengan Sukhoi Superjet rute Moskow ke Riga, Latvia mengalami penundaan selama tiga jam pada Selasa (7/5) lalu. Penyebabnya, para penumpang meminta pesawat diganti setelah mengeluhkan adanya bau hangus di kabin yang memicu kepanikan.

Penerbangan itu akhirnya dilanjutkan usai dilakukan pemeriksaan keamanan dan telah tiba di tujuan dengan selamat.

Terkait insiden terbakarnya pesawat Sukhoi Superjet-100 milik Aeroflot pada 5 Mei lalu, penyelidikan masih terus dilakukan otoritas Rusia. Penyelidikan dilaporkan fokus pada dugaan kesalahan pilot sebagai penyebabnya.

Diketahui bahwa bagian lambung bawah pesawat dengan nomor penerbangan SU 1492 itu menghantam landasan saat melakukan pendaratan darurat di Bandara Sheremetyevo dan bagian belakang pesawat pun terbakar hebat. Pilot dilaporkan mendarat darurat dengan bahan bakar penuh dan disebut membuka jendela kokpit, yang berpotensi semakin memperbesar api. Tidak hanya itu, pilot juga tidak segera mematikan mesin pesawat setelah pendaratan darurat dilakukan.

Pilot pesawat itu, yang selamat dan diidentifikasi bernama Denis Yevdokimov, sebelumnya menyebut petir menyambar sesaat usai pesawat lepas landas, sehingga membuat pesawat hilang komunikasi dan terpaksa mendarat darurat.

Diketahui bahwa maskapai Aeroflot pernah dikenal karena keselamatannya yang buruk, namun dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami insiden fatal dalam satu dekade terakhir.

Pesawat Sukhoi Superjet-100 yang mengalami insiden itu, diketahui tidak mengalami banyak insiden sejak diluncurkan tahun 2011 lalu. Salah satu insiden yang menimpa Sukhoi Superjet-100 terjadi di Indonesia tahun 2012, saat pesawat menabrak gunung dan menewaskan 45 orang.

Petisi untuk ‘sepenuhnya menghentikan penerbangan Sukhoi Superjet selama penyelidikan berlangsung’ telah mendapati lebih dari 170 ribu tanda tangan dalam dua hari terakhir. Meskipun tidak ada bukti konkret bahwa insiden Aeroflot itu dipicu masalah teknis, banyak media Rusia yang melontarkan kritikan untuk pesawat buatan domestik Rusia itu. Diketahui bahwa pesawat jenis Sukhoi Superjet banyak dipakai oleh maskapai Aeroflot untuk penerbangan jarak dekat.

(nvc/ita)