Trump Perintahkan Jajarannya Hindari Konfrontasi Militer dengan Iran

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan jajaran pemerintahannya untuk menghindari konfrontasi militer dengan Iran.

Media New York Times melaporkan bahwa Trump, dalam rapat di Gedung Putih pada Rabu (15/5) pagi waktu setempat, menyampaikan pesan kepada para bawahannya bahwa dia tidak ingin kampanye tekanan AS terhadap Iran meledak menjadi konflik terbuka.

“Trump tegas dalam menyatakan dirinya tidak menginginkan bentrokan militer dengan Iran,” demikian dilaporkan New York Times yang mengutip lima pejabat senior AS.


Hal senada diberitakan kantor berita Reuters, Sabtu (18/5/2019) yang menyebutkan bahwa Trump telah menyampaikan kepada tim keamanan nasionalnya dan para pejabat lain untuk menghindari konflik bersenjata dengan Iran.
“Dia (Trump) tidak ingin berperang,” ujar seorang pejabat yang tak ingin disebut namanya.
Media Reuters melaporkan bahwa Trump secara khusus menyampaikan keprihatinan mengenai sejumlah penasihatnya, seperti John Bolton, yang mendesak untuk perang dengan Iran. Belum lama ini, Bolton mengumumkan bahwa AS mengirimkan sebuah kapal induk dan pesawat-pesawat pengebom ke Timur Tengah untuk melawan “ancaman” dari Iran.

Bahkan beberapa pejabat dari tim Trump dilaporkan telah bertindak lebih jauh, dengan menyusun kemungkinan serangan militer yang bisa melibatkan pengiriman sekitar 120 ribu tentara AS ke wilayah Timur Tengah.

Pemerintahan Trump belakangan ini meningkatkan ketegangan dengan Iran yang telah menjadi musuh lama AS dan sekutu-sekutu penting AS, yakni Israel dan Arab Saudi. Ketegangan meningkat setelah Trump secara sepihak memutuskan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran yang dikenal dengan nama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2018. Juga setelah Amerika menerapkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran dan secara praktis memaksa negara-negara lain turut mengembargo Iran.

Namun di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa tak akan ada perang dengan negara tersebut. Khamenei mengatakan bahwa ketegangan antara negara republik Islam itu dengan AS lebih sebagai ujian tekad, bukannya pertarungan militer.

“Pertarungan ini bukan militer karena tidak akan ada perang. Baik kita maupun mereka (AS) tidak mencari perang. Mereka tahu itu bukan untuk kepentingan mereka,” ujar Khamenei seperti dikutip dari situs Khamenei.ir seperti dilansir dari kantor berita AFP.

“Keputusan pasti bangsa Iran adalah untuk melawan Amerika,” kata Khamenei, seraya menambahkan bahwa “dalam pertarungan ini Amerika akan dipaksa mundur … karena tekad kita lebih kuat.”


(ita/ita)