Trump-Kim Bisa Nyatakan Berakhirnya Perang Korea dalam KTT Vietnam

Seoul – Mencuat harapan agar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un akan secara resmi menyatakan berakhirnya Perang Korea saat keduanya bertemu di Vietnam nanti. Otoritas Korea Selatan (Korsel) menyebut ada kemungkinan menuju ke arah sana.

Diketahui bahwa Perang Korea tahun 1950-1953 yang melibatkan Korut yang didukung China dan Korsel yang didukung AS, berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata, bukannya perjanjian damai. Hal itu berarti Korut dan AS secara teknis masih dalam perang.

“Saya meyakini bahwa kemungkinannya ada,” ucap juru bicara Blue House atau Istana Kepresidenan Korsel, Kim Eui-Kyeom, kepada wartawan setempat soal deklarasi resmi berakhirnya Perang Korea, seperti dilansir AFP, Senin (25/2/2019).

“Tidak mungkin mengetahui jenis deklarasi seperti apa nantinya, tapi saya yakin AS dan Korea Utara mungkin mencapai kesepakatan,” imbuhnya.
Sebelumnya pada Oktober 2018 lalu, Presiden Korsel Moon Jae-In menyatakan bahwa “cuma masalah waktu’ sebelum AS dan Korut menyatakan berakhirnya perang.

Pihak AS juga tampaknya melontarkan indikasi serupa. Utusan Khusus AS untuk Korut, Stephen Biegun, awal bulan ini menyatakan bahwa Trump ‘siap untuk mengakhiri perang’. Pernyataan itu memicu spekulasi bahwa berakhirnya perang secara formal akan terjadi dalam waktu dekat.

Dijadwalkan bahwa Kim Jong-Un akan bertemu Trump di Hanoi pada Rabu (27/2) dan Kamis (28/2) pekan ini. Diharapkan kedua pemimpin akan mencapai kemajuan dalam pembahasan denuklirisasi dan diharapkan akan tercapai sebuah kesepakatan damai.

Namun juru bicara Blue House menyatakan, jika AS dan Korut menyatakan berakhirnya Perang Korea, maka perjanjian damai secara formal kemungkinan baru akan ditandatangani pada ‘tahap akhir proses denuklirisasi’ di Semenanjung Korea. Itu berarti akan memakan waktu lama untuk terwujud.

“Sebuah perjanjian damai dan deklarasi berakhirnya perang itu berbeda,” ujar Kim Eui-Kyeom, sembari menambahkan bahwa perjanjian damai itu harus melibatkan ‘upaya multilateral’ dari Korsel dan China.

Diketahui juga bahwa Komando Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang dipimpin AS, Korut dan China semuanya menandatangani kesepakatan gencatan senjata itu.

Pertemuan puncak atau KTT kedua antara Trump dan Kim Jong-Un di Hanoi pada pekan ini, digelar keduanya bertemu di Singapura pada Juni 2018. KTT pertama yang bersejarah itu menghasilkan kesepakatan yang samar soal denuklirisasi, yang hingga kini perkembangannya nihil. Para pengamat mengharapkan agar kemajuan yang nyata bisa tercapai di Hanoi demi menghindari perundingan semacam ini disebut sebagai ‘aksi publisitas’ belaka.

(nvc/ita)