Trump Akui Golan Sebagai Wilayah Israel, Suriah Minta DK PBB Sidang

Damaskus – Pemerintah Suriah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat untuk membahas keputusan Amerika Serikat mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel.

Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah proklamasi pada Senin (25/3) waktu setempat yang isinya mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel, meskipun adanya resolusi-resolusi PBB yang menyerukan penarikan mundur Israel dari Golan.

Dalam surat misi Suriah kepada PBB seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (27/3/2019), pemerintah Suriah meminta presiden DK PBB untuk menjadwalkan sidang darurat untuk “membahas situasi di Golan Suriah yang diduduki dan pelanggaran terbaru atas resolusi Dewan Keamanan terkait oleh negara anggota tetap.”


Para diplomat PBB mengatakan, DK PBB akan melakukan pertemuan untuk membahas mengenai permintaan Suriah tersebut.

Selama ini sudah ada tiga resolusi DK PBB yang menyerukan Israel untuk mundur dari Golan, yang direbutnya dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967 dan dianeksasi pada tahun 1981, sebuah langkah yang tak pernah diakui dunia internasional.

Sebelumnya, pemerintah Suriah juga telah menulis surat terpisah yang isinya mendesak DK PBB untuk menerapkan resolusi-resolusi yang menuntut Israel mundur dari Golan.

Sementara itu Hassan Nasrallah, kepala kelompok gerilyawan Lebanon, Hizbullah, yang merupakan sekutu kunci Suriah, menyerukan perlawanan atas keputusan AS mengenai Golan tersebut.

Nasrallah mengatakan, satu-satunya opsi bagi Suriah untuk merebut kembali Golan adalah dengan melakukan perlawanan. Dia pun menyebut langkah Trump sebagai “titik balik krusial dalam sejarah konflik Arab-Israel.”
(ita/ita)