Truk Tiba-tiba Tabrak Kerumunan di Guatemala, 32 Orang Tewas

Guatemala City – Sedikitnya 32 orang tewas di Guatemala setelah sebuah truk menabrak kerumunan orang. Insiden ini terjadi saat orang-orang berkerumun di jalan untuk memeriksa seorang korban tabrak lari.

Insiden truk menabrak kerumunan dan insiden tabrak lari itu merupakan dua insiden berbeda yang terjadi berurutan. Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Kamis (28/3/2019), insiden maut ini terjadi di wilayah Naguala, sebelah barat Guatemala City pada Rabu (27/3) malam waktu setempat.

Juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran setempat, Cecilio Chacaj, menuturkan kepada Reuters bahwa truk semi-trailer itu menabrak kerumunan orang yang sedang memeriksa seorang korban tabrak lari. Orang-orang itu berkerumun di tengah jalanan setempat.

“Para personel dari Departemen Pemadam Kebakaran setempat menghitung sedikitnya 30 orang tewas pada saat ini,” kata Chacaj kepada wartawan setempat.
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Kesehatan Publik, Carlos Soto, menyebut insiden truk itu menewaskan sedikitnya 32 orang. Sembilan orang lainnya dilarikan ke rumah sakit setempat dalam kondisi kritis.

Laporan media-media setempat menyebut truk itu tidak menyalakan lampu depan saat menabrak kerumunan orang. Hal itu yang diduga membuat pengemudi truk tidak melihat kerumunan orang di tengah jalan dan terjadilah kecelakaan.

Pengemudi truk yang menabrak kerumunan itu melarikan diri dari lokasi. Keberadaannya saat ini tidak diketahui.

“Pada saat ini, kita mengkoordinasikan respons kita untuk memberikan dukungan penuh bagi kerabat korban. Belasungkawa tulus saya (untuk para korban),” ucap Presiden Guatemala, Jimmy Morales, dalam pernyataan via Twitter.

Media-media lokal melaporkan bahwa korban yang tewas dalam insiden tabrak lari sebelum insiden truk terjadi, merupakan seorang pemimpin dan tokoh masyarakat. Identitasnya tidak disebut lebih lanjut, namun dilaporkan dia menjabat sebagai Presiden Dewan Pembangunan Perkotaan dan Pedesaan. Itulah mengapa banyak warga yang datang berkerumun untuk melihat kondisinya di lokasi kecelakaan.

Kecelakaan ini menambah panjang daftar kecelakaan lalu lintas mematikan di Guatemala dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya pada tahun 2013 lalu, sebuah bus terjun ke dalam jurang di pinggiran Guatemala dan menewaskan sedikitnya 43 orang, serta melukai belasan orang lainnya. Guatemala yang terletak di wilayah Amerika Tengah diketahui memiliki catatan keselamatan lalu lintas yang buruk dan aturan-aturan lalu lintas seringkali diabaikan.

(nvc/ita)