Tersangka Mata-mata Asal UAE Bunuh Diri di Sel Tahanan Turki

Istanbul – Seorang tersangka mata-mata Uni Emirat Arab (UAE) yang ditahan otoritas Turki, dilaporkan tewas di dalam penjara. Dugaan menyebut tersangka mata-mata ini bunuh diri di dalam sel tahanannya.

Seperti dilansir Reuters, Senin (29/4/2019), kematian tersangka bernama Zaki YM Hasan ini diumumkan oleh kantor jaksa Istanbul dalam pernyataan resminya.

Menurut jaksa Istanbul, Hasan ditemukan tak bernyawa di dalam sel tahanannya yang ada di kompleks penjara Silivri, pinggiran Istanbul, pada Minggu (28/4) pagi waktu setempat. Saat itu, sipir penjara mendatangi sel tahanannya untuk memberikan jatah makanan.


Sipir penjara menemukan Hasan tergantung di pintu kamar mandi di dalam selnya. Hasan diketahui telah ditahan otoritas Turki atas tuduhan spionase sejak 10 hari lalu, atau sejak 19 April lalu. Dia dilaporkan masih hidup saat apel pagi pada hari kematiannya.
Jaksa Istanbul dalam pernyataannya menegaskan kematian Hasan tengah diselidiki secara menyeluruh. Institut Forensik Istanbul juga telah melakukan autopsi terhadap jenazahnya untuk memastikan penyebab kematiannya.

Hasan ditahan bersama satu orang lainnya dan telah secara resmi didakwa atas spionase internasional, politik dan militer. Menurut seorang pejabat senior Turki, keduanya telah mengaku bersalah memata-matai warga Arab di Turki. Informasi soal Hasan dan satu tahanan lainnya itu tidak banyak diungkap otoritas Turki.

Laporan media lokal Turki, TRT, menyebut Hasan sebagai seorang pensiunan militer berpangkat Mayor Jenderal berusia 55 tahun dan seorang pejabat intelijen senior UAE. Satu orang lainnya yang ditahan bersama Hasan dilaporkan berkewarganegaraan Palestina.

Dilaporkan juga bahwa para penyidik Turki tengah menyelidiki apakah kedatangan dua tahanan spionase itu ke Turki berkaitan dengan kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang terjadi Oktober 2018 lalu. Pembunuhan Khashoggi dilakukan sekelompok agen yang diklaim menjalani ‘misi liar’ oleh otoritas Saudi. Hasan dan warga Palestina itu dilaporkan tiba di Turki beberapa hari setelah Khashoggi tewas.

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah UAE terkait kematian Hasan ini.

Diketahui bahwa hubungan Turki dengan Saudi dan UAE, yang merupakan sekutu dekat Saudi, memburuk sejak pemblokiran Qatar tahun 2017. Turki secara terang-terangan mendukung Qatar yang diisolasi oleh Saudi dan sekutunya. Hubungan Turki dan Saudi semakin memburuk sejak kasus Khashoggi.
(nvc/dhn)