Terkena Lemparan Kaleng Gas Air Mata Israel, Remaja Palestina Tewas

Gaza – Seorang remaja Palestina meninggal setelah dirawat karena terluka usai terkena lemparan kaleng gas air mata oleh pasukan Israel. Insiden itu terjadi saat bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (13/2/2019), Hassan Nabil Ahmed Nofal meninggal pada Selasa malam (12/2) setelah dirawat di rumah sakit selama empat hari. Remaja putra berumur 17 tahun itu meninggal di rumah sakit al-Shifa di Kota Gaza akibat luka yang dialaminya.

Dia terkena lemparan kaleng gas air mata di bagian wajahnya saat aksi demo di sebelah timur kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah pada Jumat (8/2) waktu setempat.


Di hari yang sama, dua remaja Palestina tewas dan 17 orang lainnya luka-luka akibat terjangan peluru pasukan Israel saat bentrokan dan aksi-aksi demo di sepanjang perbatasan Gaza.

Kedua remaja Palestina tersebut adalah Hassan Iyad Shalabi (14) yang terkena tembakan di bagian dada saat aksi demo di sebelah timur kota Khan Yunis, yang berlokasi sekitar 25 kilometer selatan Kota Gaza, serta Hamza Mohammed Roshdi Ashtiwi, remaja berumur 17 tahun yang tewas usai terkena peluru timah panas di bagian lehernya dalam bentrokan di sebelah timur Jalur Gaza.

Militer Israel menyatakan, para demonstran telah berkumpul di sepanjang perbatasan Gaza untuk melemparkan batu-batu dan sejumlah bahan peledak ke arah pasukan Israel. “Pasukan Israel merespons dengan cara-cara pembubaran kerusuhan dan menembak sesuai standar prosedur operasional,” ujar juru bicara militer Israel.

Warga Palestina telah menggelar aksi-aksi demo setiap minggu di perbatasan Gaza untuk memprotes blokade Israel atas wilayah tersebut. Para demonstran juga menuntut hak mereka untuk kembali ke rumah-rumah mereka di wilayah-wilayah yang diduduki Israel.

Lebih dari 250 warga Palestina telah tewas di tangan pasukan Israel sejak aksi-aksi demo tersebut dimulai di Jalur Gaza pada 20 Maret 2018 lalu. Lebih dari 26 ribu warga Palestina juga mengalami luka-luka.

(ita/ita)