Terduga ISIS Ditangkap di Malaysia Berniat Serang Gereja di Yogyakarta

Kuala Lumpur – Kepolisian Malaysia menyebut dua warganya yang ditangkap terkait sel militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merencanakan serangan terhadap gereja-gereja di Indonesia, khususnya Yogyakarta. Keduanya juga diduga berencana menyerang tempat ibadah warga minoritas di Malaysia.

Inspektur Polisi Jenderal Abdul Hamid Bador yang merupakan Kepala Kepolisian Malaysia sebelumnya mengungkapkan bahwa dua dari tiga terduga militan ISIS yang ditangkap pada Selasa (14/5) waktu setempat, pernah belajar merakit bom bersama Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Yogyakarta tahun 2018 lalu.

Disebutkan juga oleh Abdul Hamid, seperti dilansir The Star dan AFP, Jumat (17/5/2019), bahwa kedua tersangka asal Malaysia bernama Muhammad Syazani Mahzan (27) dan Muhamad Nuurul Amin Azizan (27), yang disebut sebagai pakar bom ini, pernah melakukan pengintaian terhadap sejumlah gereja di Yogyakarta.

“Kedua tersangka telah meninjau sejumlah gereja di Yogyakarta, Indonesia untuk melancarkan serangan,” sebut Abdul Hamid dalam pernyataannya.

Tidak disebut lebih lanjut berapa lama dua tersangka asal Malaysia itu berada di Yogyakarta dan kapan mereka kembali ke Malaysia.

Dua tersangka asal Malaysia itu ditangkap di Kuala Muda, Kedah pada Selasa (14/5) waktu setempat. Abdul Hamid menyatakan bahwa keduanya ditangkap setelah menyerahkan diri ke polisi, usai keluarga mereka bersedia bekerja sama dengan otoritas Malaysia.

Ditambahkan Abdul Hamid dalam pernyataannya bahwa salah satu tersangka juga berencana menyerang tempat ibadah di Malaysia.

“Muhammad Syazani juga berencana untuk menargetkan sebuah tempat ibadah non-Muslim di Malaysia melalui sebuah serangan bom bunuh diri,” ungkap Abdul Hamid dalam pernyataannya.

Selain dua tersangka asal Malaysia, polisi Malaysia juga menangkap satu warga negara Indonesia (WNI) pada hari yang sama. WNI bernama Nuruddin Alele alias Fatir Tir (34) itu ditangkap di Banting, Selangor dan disebut sebagai anggota sel ‘kawanan serigala’ terkait ISIS yang dicurigai merencanakan serangan teror dan pembunuhan saat bulan suci Ramadhan.

Kepolisian Malaysia menyebut Nuruddin Alele diradikalisasi setelah dikenalkan dengan ideologi ISIS saat dia dipenjara selama 5 tahun di Surabaya. Tidak disebut lebih lanjut pelanggaran hukum apa yang membuatnya dibui.

(nvc/dhn)