Soal Golan, Erdogan: Trump Bertingkah Seperti Bocah Tukang Bully!

Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali melontarkan kritikan tajam terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pengakuan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Kali ini, Erdogan menyebut Trump bertingkah seperti ‘bocah tukang bully’.

Seperti dilansir AFP, Kamis (28/3/2019), dalam wawancara terbaru dengan televisi lokal A Haber, Erdogan menyebut Trump mengerahkan taktik ‘bully boy‘ dalam mengambil langkah kontroversial dengan mengakui kedaulatan Israel atas wilayah Golan, yang sebenarnya dicaplok dari Suriah dalam perang tahun 1967 silam.

“Sangat disayangkan, Trump bertingkah seperti bocah tukang bully!” cetus Erdogan dalam wawancara tersebut.


“Dia melakukan hal yang sama terhadap Yerusalem,” imbuh Erdogan, merujuk pada pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang diumumkan Trump pada Desember 2017 lalu. Pengakuan itu juga diprotes banyak pihak, terutama negara-negara mayoritas muslim.

Pada Senin (25/3) lalu, Trump menandatangani sebuah proklamasi yang isinya mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Diketahui bahwa Golan merupakan wilayah perbatasan yang dicaplok Israel dari Suriah dalam perang tahun 1967. Israel kemudian menganeksasi Golan pada tahun 1981 dalam langkah yang tak diakui dunia internasional.

Dewan Keamanan (DK) PBB dan pemerintahan-pemerintahan AS sebelumnya, menganggap Dataran Tinggi Golan sebagai ‘wilayah pendudukan’ yang pengembaliannya harus dirundingkan sebagai bagian dari kesepakatan damai menyeluruh antara Israel dan Suriah. Ada tiga resolusi DK PBB yang menyerukan Israel untuk menarik diri dari Golan.

“Bagaimana Anda bisa melakukan ini meskipun ada (resolusi) PBB? Apa yang Anda lakukan? Menjadi pemimpin negara seperti AS tidak memberikan Anda hak semacam itu,” tegas Erdogan dalam pernyataannya yang ditujukan untuk Trump.

“Amerika telah memilih untuk memperluas ketegangan … bukannya berkontribusi untuk perdamaian,” ucapnya menambahkan.

(nvc/ita)