Serangan AS Tewaskan 16 Warga Sipil di Suriah, Termasuk 7 Anak

Damaskus – Serangan-serangan udara yang dilakukan koalisi Amerika Serikat ke kantong terakhir kelompok ISIS di Suriah telah menewaskan warga sipil. Setidaknya 16 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan udara AS dan koalisi tersebut.

Direktur kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (12/2/2019), mengatakan korban tewas dalam serangan udara di wilayah-wilayah di tepi timur Efrat itu terdiri dari 7 anak-anak, 8 perempuan dan seorang pria lanjut usia. Mereka tewas akibat serangan pesawat-pesawat militer AS dan koalisi pada Senin (11/2) waktu setempat saat mencoba melarikan diri ke perbatasan Irak.

Sebelumnya, para milisi yang didukung AS di Suriah mengatakan bahwa mereka menemui perlawanan sengit dalam serangan terhadap daerah kantong terakhir yang dikuasai militan ISIS di negara tersebut.


Juru bicara Pasukan Demokratis Suriah (SDF) berkata kepada kantor berita AP bahwa para militan ISIS “paling berpengalaman” mempertahankan benteng terakhir mereka.

Dua tahun lalu, ISIS menguasai banyak wilayah di Suriah dan Irak. Tapi sekarang mereka terkurung di sebuah wilayah kecil di provinsi Deir al-Zour, bagian selatan Suriah, dekat perbatasan Irak.

Pada Sabtu (9/2), setelah jeda selama lebih dari sepekan untuk memungkinkan sekitar 20.000 warga sipil meninggalkan wilayah tersebut, juru bicara SDF Mustafa Bali mengatakan seperti dilansir BBC, kelompok tersebut melancarkan “pertempuran penghabisan untuk menghancurkan ISIS” di desa perbatasan Baghuz.

SDF yang didukung serangan-serangan udara yang dilancarkan pasukan koalisi yang dipimpin AS, telah mengusir ISIS dari kota-kota dan desa-desa di Suriah bagian timur laut dalam beberapa bulan terakhir.
(ita/ita)