Sephora Tutup Sementara Toko di AS Usai Insiden Rasial

New York – Jaringan kecantikan Sephora menyatakan bakal menutup sementara semua toko, pusat distribusi, dan kantornya di Amerika Serikat (AS) pada Rabu (5/6). Penutupan dilakukan untuk memberi pelatihan bagi karyawan usai ada insiden rasial di toko mereka.

Dilansir dari Reuters, Selasa (4/6/2019), penutupan itu bakal dilakukan selama satu jam untuk memberi pelatihan bagi karyawannya usai ada insiden rasial terhadap salah satu penyanyi R&B, SZA, yang berkulit hitam.


Peristiwa itu disebut terjadi pada April di salah satu toko Sephora di Calabasas, California. Saat itu, penyanyi yang dinominasikan di Grammy ini menyatakan ada seorang karyawan memanggil petugas keamanan untuk memastikan dirinya tidak mencuri dari toko kosmetik tersebut.

Sephora sendiri telah angkat bicara atas insiden itu. Mereka menyatakan tidak ada toleransi atas aksi rasial di Sephora.

“Kami telah diberitahu tentang insiden di toko Calabasas kami dan selain menjangkau langsung ke SZA, kami sedang mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang insiden tersebut untuk mengambil langkah selanjutnya yang tepat. Kami menanggapi keluhan seperti ini dengan sangat serius, membuat profil berdasarkan ras tidak ditoleransi di Sephora,” kata Sephora dalam sebuah pernyataan.

Ada 16 ribu karyawannya yang bakal mengikuti pelatihan demi menghindari peristiwa yang sama terulang. Sephora sendiri merupakan bagian dari LVMH (Mo√ęt Hennessy Louis Vuitton) di Paris.

Kejadian di Sephora ini datang sekitar setahun setelah Starbucks menutup 8.000 toko di seluruh AS untuk pelatihan anti-bias. Peristiwa di Starbucks yang dimaksud terkait panggilan manajer kafe di Philadelphia ke polisi yang mengakibatkan penangkapan dua pria kulit hitam saat sedang menunggu seorang teman.
(haf/rvk)