Seorang Pria Israel Meludahi Dubes Polandia di Tel Aviv

Tel Aviv – Duta Besar Polandia untuk Israel, Marek Magierowski, diludahi seorang pria Israel saat duduk di dalam mobilnya di Tel Aviv. Insiden ini menuai kecaman keras dari pemerintah Polandia yang tengah bersitegang dengan Israel terkait perilaku anti-semitisme.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (16/5/2019), pria Israel yang meludahi Dubes Magierowski itu diidentifikasi bernama Erik Lederman yang berusia 65 tahun dan berprofesi sebagai seorang arsitek. Juru bicara Kepolisian Israel menyebut Lederman telah ditangkap usai insiden meludahi pada Selasa (14/5) waktu setempat.

Dalam sidang perdana pada Rabu (15/5) waktu setempat, Lederman ditetapkan berstatus tahanan rumah hingga polisi menyelesaikan penyelidikan atas insiden ini.

“Peristiwa ini masih dalam penyelidikan polisi. Kami menyampaikan simpati penuh untuk Duta Besar dan kekagetan kami atas serangan ini,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon, dalam pernyataannya.
Di Warsawa, Kementerian Luar Negeri Polandia memanggil Duta Besar Israel Anna Azari untuk ditanyai soal insiden ini.

“Saya sangat khawatir mendengar serangan rasis pada Duta Besar @PLinIsrael @mmagierowski. Polandia mengecam keras aksi agresi xenofobia ini. Kekerasan terhadap diplomat atau setiap warga negara tidak seharusnya ditoleransi,” tegas Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, dalam pernyataan via Twitter.

Pengacara Lederman, David Johan, menuturkan kepada wartawan bahwa kliennya diusir dari Kedubes Polandia di Tel Aviv pada Selasa (14/5) waktu setempat, setelah berupaya bertanya soal restitusi (ganti rugi) Holocaust — genosida 6 juta penganut Yahudi di Eropa selama Perang Dunia II.

Keterangan juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, menyatakan bahwa Lederman ‘mendekati kendaraan Duta Besar Polandia untuk Israel, membuka pintu mobil dan meludahinya (sang Dubes)’.

Ditegaskan Johan bahwa aksi meludahi yang dilakukan kliennya tidak direncanakan sebelumnya. “Klien saya berjalan di jalanan dan sebuah kendaraan kedutaan mengklakson dirinya,” sebutnya.

Dalam pernyataan terpisah kepada wartawan, Lederman menyebut keluarganya menjadi korban Holocaust oleh Nazi dan mengklaim seorang pegawai Kedubes Polandia di Tel Aviv melontarkan hinaan bernada anti-semitisme terhadap dirinya saat dia datang ke sana. Hal ini membuat Lederman marah.

“Saya tidak tahu bahwa Duta Besar Polandia ada di dalam mobil. Oleh karana itu, saya ingin menyampaikan permohonan maaf secara tulus atas apa yang telah terjadi,” tulis Lederman dalam pernyataannya.

Dubes Magierowski dalam pernyataan via Twitter membantah adanya perilaku atau bahasa tidak pantas yang disampaikan staf kedutaannya.

Diketahui bahwa hubungan Polandia dan Israel memburuk dalam beberapa bulan terakhir, terkait tuduhan bahwa pemerintah Polandia mentoleransi perilaku anti-semitisme. Hal ini telah dibantah oleh pemerintah Polandia.

(nvc/ita)