Senator AS Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Jadi ‘Gangster Sepenuhnya’

Washington DC – Senator Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, yang mewakili negara Florida menyebut Putra Mahkota Arab SaudiPangeran Mohammed bin Salman (MBS) telah menjadi ‘gangster sepenuhnya’. Hal itu disampaikan Rubio sebagai kritikan saat membahas pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan Saudi.

Seperti dilansir CNN, Jumat (8/3/2019), komentar keras itu disampaikan Rubio dalam rapat penetapan purnawirawan Jenderal John Abizaid sebagai Duta Besar AS untuk Saudi. Abizaid merupakan calon yang dipilih langsung oleh Presiden Donald Trump. Diketahui bahwa AS tidak punya Dubes di Saudi sejak Trump menjabat presiden pada Januari 2017, karena ketegangan kedua negara.

Dalam rapat penetapan itu, Abizaid tetap membela hubungan AS-Saudi saat para anggota Kongres AS menuduh Saudi melakukan banyak pelanggaran HAM dan perbuatan jahat. Di antaranya yang disebut Kongres AS adalah pembunuhan warga sipil dalam konflik di Yaman, pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi yang lama tinggal di AS, dugaan penyiksaan seorang warga AS yang ditahan dan penahanan para aktivis wanita.

“Dia telah menjadi gangster sepenuhnya,” sebut Rubio merujuk pada MBS. Lebih lanjut, Rubio menyatakan ‘sulit untuk bekerja dengan pria seperti itu’.
Senator dari Partai Republik ini terang-terangan memakai bahasa kasar untuk mengkritik MBS.

“Dia (MBS-red) sembrono, kejam, dia memiliki kegemaran pada eskalasi konflik, mengambil risiko besar, konfrontatif dalam pendekatan kebijakan luar negeri dan saya pikir dia semakin bertekad menguji batasan atas hal-hal yang bisa meloloskannya, dengan Amerika Serikat,” tegasnya.

Rubio menyebut Saudi sebagai mitra AS ‘paling sulit sekarang’. Komentar Rubio itu diamini oleh para Senator AS lainnya yang tergabung dalam Komisi Hubungan Internasional Senat AS. Senator New Hampshire, Jeanne Shaheen, dari Partai Demokrat menyebut ‘daftar pelanggaran HAM (Saudi) sangat panjang, sehingga sulit untuk memahami apa yang sedang terjadi di sana’.

“Arab Saudi terlibat dalam banyak tindakan yang jelas tidak bisa diterima,” timpal Ketua Komisi Hubungan Internasional Senat AS, Senator Idaho Jim Risch dari Partai Republik.

Dalam tanggapannya, Abizaid menekankan bahwa hubungan AS dengan Saudi jauh lebih besar dari sang Putra Mahkota. Ditegaskan Abizaid bahwa cara terbaik untuk mengubah kondisi di Saudi adalah dengan ‘keterlibatan’.

“Untuk jangka panjang, kita butuh kemitraan yang kuat dan dewasa dengan Arab Saudi. Ada di dalam kepentingan kita untuk memastikan hubungan (AS-Saudi) tetap kuat,” ucap Abizaid, sembari menekankan bahwa menjaga kerja sama menangkal terorisme dan menangkal Iran menjadi tujuan penting AS di Timur Tengah.

Abizaid yang merupakan purnawirawan jenderal bintang empat yang pernah memimpin Komando Pusat AS selama Perang Irak ini, diperkirakan akan diloloskan dengan mudah oleh Senat AS menjadi Dubes AS untuk Saudi. Abizaid yang keturunan Lebanon ini diketahui lancar berbahasa Arab.

(nvc/dhn)