Seminggu Usai Diterjang Topan, Warga India Protes Listrik Mati

New Delhi – Jutaan warga yang tinggal di penampungan sementara masih kesulitan listrik hingga air bersih di negara bagian Odhisa, sebelah timur India. Sebagian warga memprotes belum kembalinya pasokan listrik yang memadai usai seminggu daerahnya diterjang topan.

“Petugas ketakutan atas kemarahan demonstran yang mengancam dan mencoba menyerang kami,” kata petugas utilitas listrik NK Sahu, seperti dilansir AFP, Minggu (12/5/2019).

Topan Fani sebelumnya menerjang Odhisa pada Jumat (3/5) yang berdampak pada 16,5 juta warga. Setidaknya ada 42 warga yang meninggal akibat bencana alam tersebut.

“Setengah juta rumah rusak, 8,7 juta ternak warga terdampak. 3,7 juta unggas mati dan pemerintah masih berusaha mengembalikan jaringan telekomunikasi,” sebut petugas bantuan khusus Odisha, Bishnupada Sethi,
Pemerintah setempat mengatakan baru 50 persen listrik yang berhasil dipulihkan. Kerusakan yang terjadi akibat topan merupakan salah satu yang terburuk.

“Kerusakan yang terjadi. Kerusakan infrastruktur listrik belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Sethi.

Departemen Meteorologi India (IMD) sebelumnya menyebut topan Fani menerjang wilayah pantai Odisha pada Jumat (3/5) pagi sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Topan ini dilaporkan membawa angin kencang yang berhembus dengan kecepatan mencapai 200 kilometer per jam.

Kepala Menteri Odisha, Naveen Patnaik, menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, otoritasnya mengungsikan lebih dari 1 juta orang dari area paling rawan di sepanjang dataran rendah tepi pantai setempat. Ada kekhawatiran bahwa topan Fani akan memicu gelombang laut setinggi 1,5 meter di area pantai.

Baik bandara hingga sekolah dan universitas di Odisha diperintahkan untuk diliburkan sementara. Ratusan personel penanggulangan bencana dikerahkan ke wilayah Odisha, dengan para dokter dan tim medis diminta untuk tidak cuti hingga 15 Mei mendatang.

Sekitar 3 ribu tempat pengungsian yang dibangun di area sekolah dan gedung pemerintahan disediakan untuk menampung para pengungsi di Odisha. Lebih dari 100 ribu paket makanan kering siap disalurkan jika dibutuhkan.

Wilayah Benggala Barat yang bersebelahan dengan Odisha juga bersiap menghadapi topan Fani ini. Bandara yang ada di Kolkata, ibu kota Benggala Barat, ditutup sementara sebagai antisipasi.

(fdu/gbr)