Semarak ’10 New Bali’ Kembali Meriahkan Festival di Melbourne

Melbourne – Hadir kembali dengan tema “10 New Bali”, enam puluh anggota masyarakat Indonesia yang hadir dengan beragam busana tradisional/daerah Nusantara telah memeriahkan Moomba Parade 2019 di pusat kota Melbourne, Australia pada Senin (11/3) waktu setempat.

Kontingen Indonesia yang berada pada urutan ke-22 merupakan bagian dari 74 kelompok komunitas multikultur peserta Moomba Parade 2019 yang tahun ini diikuti oleh lebih dari 2.000 orang peserta parade yang menempuh jarak hampir 1 kilometer. Diperkirakan penonton Moomba Parade 2019 tahun ini lebih dari 75.000 orang.

Di bawah cerahnya mentari kota Melbourne, kontingen Indonesia secara khusus kembali mengenakan busana tradisional yang berasal dari 10 New Bali sesuai dengan program Pemerintah saat ini. Ke-10 pakaian tradisional tersebut berasal dari Sumatera Utara (Danau Toba), Bangka Belitung (Tanjung Kelayang), Banten (Tanjung Lesung), DKI Jakarta (Kepulauan Seribu), Jawa Tengah (Borobudur), Jawa Timur (Gunung Bromo), Nusa Tenggara Barat (Mandalika), Nusa Tenggara Timur (Labuan Bajo), Sulawesi Tenggara (Wakatobi), dan Maluku Utara (Pulau Morotai).

“Pakaian yang digunakan oleh Komunitas Indonesia pada Moomba Parade 2019 ini merupakan hasil pengembangan/modifikasi dari busana yang dikenakan pada Australia Day Parade yang dilaksanakan pada bulan Januari kemarin. Modifikasi dilakukan agar busana yang dikenakan lebih semarak sesuai dengan suasana keriaan Moomba Parade,” ujar Harryvan Marpaung, akrab disapa Bang Ganda, yang merupakan creative designer dari pakaian tradisional kontingen Indonesia.

Semarak '10 New Bali' Kembali Meriahkan Festival di MelbourneFoto: KJRI Melbourne

Menurut KJRI Melbourne dalam rilis persnya kepada detikcom, Selasa (12/3/2019), penampilan komunitas Indonesia ini mendapat respons yang sangat meriah dari segenap lapisan masyarakat Melbourne yang menyaksikan parade ini di sepanjang jalan rute parade. Selain Indonesia, Parade diikuti antara lain oleh komunitas Jepang, Papua Nugini, Slovakia, Thailand, Somalia, Masedonia, dan Ukraina.

Partisipasi komunitas Indonesia pada Moomba Parade 2019 dikoordinir sanggar tari bernama Saman Melbourne, dengan Rossa Wintala Puspitasari sebagai ketuanya. “Komunitas Indonesia yang mengikuti Moomba Parade tahun ini terdiri dari i) Sanggar Sang Penari Indonesia, ii) Bonapasogit, iii) Saman Melbourne, iv) Minang Saiyo, v) Maluku Basudara, vi) Sanggar Widya Luvtari. Komunitas Indonesia akan terus mendukung dan berpartisipasi aktif pada pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang,” sebagaimana dikatakan oleh Ocha, panggilan akrab Rossa.

Antusiasme komunitas Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam Moomba Parade merupakan hal positif dan perlu diapresiasi. “Partisipasi aktif masyarakat Indonesia perlu terus didukung karena ini juga merupakan bagian dari program Perwakilan RI untuk mempromosikan Indonesia di Wilayah Kerja dengan memberdayakan aset dan sumber daya Pewakilan, termasuk Komunitas dan Masyarakat Indonesia di Melbourne,” demikian disampaikan Prima Januar Sastrawiria, Konsul Sosbud pada KJRI Melbourne.

Moomba Parade merupakan puncak dari perhelatan tahunan Moomba Festival yang berlangsung selama 4 hari mulai dari tanggal 8-11 Maret 2019. Moomba Festival 2019 menampilkan berbagai Pertunjukan kesenian dan atraksi dari seminal lokal Melbourne di sepanjang Sungai Yarra. Selain itu juga ditampilkan atraksi dan perlombaan olahraga air dan bola basket. Moomba Festival telah terselenggara sebanyak 65 kali sejak tahun 1954 dan merupakan festival terbesar di kota Melbourne. Selama 4 hari penyelenggaraannya Moomba Festival menarik lebih dari satu juta pengunjung, sementara parade yang merupakan puncak acara disaksikan oleh lebih dari 75.000 penonton.

Kehadiran dan keterlibatan masyarakat Indonesia di Australia dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari penguatan people to people relations dan sangat bermanfaat bagi hubungan bilateral antar negara. KJRI Melbourne sangat mengapresiasi kontribusi dan peran aktif masyarakat Indonesia, dan akan terus membangun kemitraan dengan berbagai kelompok komunitas Indonesia dalam kegiatan serupa di Victoria di masa yang akan datang.

(ita/ita)