Rusia Nilai Intervensi AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

Jakarta – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Amerika Serikat (AS) telah melanggar hukum internasional. Lavrov menilai AS melakukan intervensi terhadap krisis yang terjadi di Vezuela saat ini.

“Campur tangan Washington dalam urusan Venezuela adalah pelanggaran mencolok hukum internasional dan bahwa pengaruh destruktif ini tidak ada hubungannya dengan demokrasi”, kata Lavrov sepert dilansir AFP, Kamis (2/5/2019).

AFP menyebutkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah mengatakan Presiden AS Donald Trump akan mengambil tindakan militer atas kriris di Venzuela. Lavrov menegaskan hanya rakyat Venezuela yang berhak menentukan nasib mereka sendiri.

“Hanya rakyat Venezuela yang memiliki hak untuk menentukan nasib mereka” sebut Lavrov.


Sebelumnya, sejumlah pejabat AS menuturkan kepada Reuters bahwa tiga pejabat tinggi loyalis Maduro telah bicara dengan pihak oposisi dan siap mendukung transisi kekuasaan secara damai. Tiga loyalis Maduro yang dimaksud adalah Menteri Pertahanan Vladimir Padrino, Ketua Mahkamah Agung Maikel Moreno dan Komandan Pengawal Kepresidenan Ivan Rafael Hernandez Dala.

“Mereka berunding sejak lama soal cara memulihkan demokrasi, namun tampaknya hari itu mereka tidak mengalami kemajuan,” sebut Utusan AS untuk Venezuela, Elliott Abrams. “Semua sepakat bahwa Maduro harus pergi,” timpal Penasihat keamanan nasional AS, John Bolton.

Duta Besar Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, menyangkal klaim-klaim itu dengan menyebutnya sebagai ‘propaganda’ AS.

Padrino sendiri tampak mendampingi Maduro saat menyampaikan pidato pertama usai upaya kudeta. Dalam pidatonya, Maduro menegaskan upaya kudeta telah digagalkan dan militer Venezuela tetap mendukungnya. “Rencana mereka gagal, seruan mereka gagal, karena Venezuela ingin perdamaian,” sebut Maduro

Upaya kudeta yang diawali aksi protes besar-besaran oleh puluhan ribu pendukung pemimpin oposisi Juan Guaido pada Selasa (30/4) waktu setempat, berujung kerusuhan yang melukai sedikitnya 78 orang di Caracas. Guaido yang muncul dalam aksi protes tersebut, berupaya menunjukkan dukungan militer Venezuela untuk oposisi. Dalam sebuah video, dia tampil bersama puluhan tentara Venezuela yang disebutnya mendukung upaya penggulingan Maduro.

(fdu/nvl)