Rencanakan Serangan di India, Pengikut Dalang Bom Sri Lanka Ditangkap

New Delhi – Seorang pria yang menjadi pengikut dalang utama bom Sri Lanka, Zahran, menjalani sidang setelah ditangkap di India. Pria berusia 29 tahun ini mengakui berencana melancarkan serangan bom di Kerala, India setelah menjadi pengikut Zahran sejak lama.

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/4/2019), pria bernama Riyas A alias Riyas Aboobacker (29) ini ditangkap Badan Investigasi Nasional India (NIA) — yang menangani kasus terorisme — pada Senin (29/4) waktu setempat. Saat diinterogasi, terungkaplah bahwa Riyas adalah pengikut Zahran.

“Dia mengungkapkan bahwa dia telah mengikuti pidato/video Zahran Hashim dari Sri Lanka selama lebih dari setahun,” demikian pernyataan NIA.

“Dia mengakui bahwa dia ingin melakukan serangan bunuh diri di Kerala,” imbuh pernyataan itu, merujuk pada sebuah wilayah di India bagian selatan, dekat perbatasan Sri Lanka.
Disebutkan NIA bahwa Riyas ditangkap karena dianggap ‘berkonspirasi melakukan aksi terorisme’. Penangkapan ini disebut masih terkait kasus tahun 2016 di mana seorang pria India, bersama sejumlah orang lainnya, ditangkap karena hendak bergabung kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah.

NIA menyatakan Riyas diduga berkomunikasi via online dengan tersangka kasus 2016 itu dan memantau rekaman audio yang salah satunya ‘menghasut orang lain untuk melakukan serangan teror di India’.

Zahran yang videonya kerap ditonton Riyas, diketahui telah disebut otoritas Sri Lanka sebagai dalang utama rentetan bom Paskah pada Minggu (21/4) lalu yang sejauh ini menewaskan 253 orang dan melukai 500 orang lainnya. Zahran yang memiliki nama lengkap Mohamed Hashim Mohamed Zahran ini merupakan pemimpin militan lokal bernama Jamaah Tauhid Nasional (NTJ) yang ada di balik serangan bom paling mematikan di Sri Lanka.

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, telah memastikan Zahran tewas dalam ledakan di Hotel Shangri-La yang menjadi salah satu target serangan.

Sumber-sumber militer setempat menyebut Zahran pernah bepergian ke Tamil Nadu, India bagian selatan, yang berbatasan dengan Kerala. Zahran juga disebut pernah berkomunikasi dengan militan Islamis di sana.

Sosok Zahran yang disebut sebagai ulama radikal ini pernah muncul dalam video propaganda ISIS, yang telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom Sri Lanka. Dalam video ISIS itu, Zahran tampak memimpin prosesi baiat kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

(nvc/ita)