Rayakan Teror Masjid New Zealand, Pegawai di UEA Dipecat dan Dideportasi

Abu Dhabi – Sebuah perusahaan di Uni Emirat Arab (UEA) memecat seorang pegawainya yang ketahuan merayakan aksi teror di dua masjid New Zealand yang menewaskan 50 orang, pekan lalu. Tidak hanya dipecat, pegawai ini juga dideportasi keluar dari UEA.

“Saat akhir pekan, seorang pegawai Transguard melontarkan komentar menghasut di akun Facebook pribadi miliknya yang merayakan serangan tercela terhadap masjid di Christchurch, New Zealand,” demikian pernyataan perusahaan keamanan Transguard seperti dilansir Reuters, Rabu (20/3/2019).

“Kita memiliki kebijakan nol toleransi untuk penggunaan media sosial yang tidak pantas dan dampaknya, individu ini diberhentikan segera dan diserahkan kepada otoritas terkait untuk menghadapi peradilan,” tegas Direktur Operasional Transguard, Greg Ward, menambahkan.


Ditambahkan oleh pihak Transguard bahwa pegawai yang dipecat itu telah dideportasi oleh pemerintah UEA.

Namun tidak disebut lebih lanjut asal kewarganegaraan pegawai tersebut. Identitas maupun posisinya di Transguard juga tidak diungkapkan ke publik.

Pihak Transguard, yang masih tergabung dalam Emirates Group Security, tidak mengungkapkan lebih lanjut bunyi komentar pegawai yang dipecat tersebut.

Otoritas UEA belum memberikan pernyataan terkait hal ini. Sedangkan juru bicara Emirates menegaskan pihaknya tidak memiliki komentar tambahan.

Sebelumnya, otoritas UEA menyatakan kecaman keras atas aksi teror di dua masjid New Zealand dan telah menyampaikan belasungkawa mendalam untuk keluarga korban juga kepada pemerintah dan rakyat New Zealand.

(nvc/ita)