Raja Malaysia Lengser Usai Nikahi Model, Penggantinya Dipilih 24 Januari

Kuala Lumpur – Dewan Penguasa Malaysia akan menggelar pertemuan pada 24 Januari mendatang untuk memilih Raja Malaysia yang baru. Hal ini harus dilakukan setelah Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V turun takhta pada Minggu (6/1) lalu.

Seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Channel News Asia, Selasa (8/1/2019), tanggal pertemuan itu ditentukan oleh para penguasa Kesultanan Malaysia dalam pertemuan di Istana Negara pada Senin (7/1) pagi waktu setempat.

Pertemuan Dewan Penguasa Malaysia pada 24 Januari mendatang akan dihadiri oleh pemimpin Kesultanan Terengganu, Perlis, Negeri Sembilan, Johor, Perak, dan Kedah. Dalam pertemuan itu akan digelar pemilihan Raja dan Wakil Raja Malaysia yang baru.


Penjaga Segel Penguasa Malaysia Syed Danial Syed Ahmad menuturkan bahwa Raja Malaysia yang baru nantinya akan dilantik pada 31 Januari mendatang.

Pada Minggu (6/1) lalu, Sultan Muhammad V yang merupakan Sultan Kelantan mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Yang di-Pertuan Agong setelah dua tahun bertakhta. Dia naik takhta pada Desember 2016. Turun takhtanya seorang Raja Malaysia menjadi momen pertama dalam sejarah Malaysia, sejak negara itu merdeka dari Inggris tahun 1957.

Di Malaysia yang menganut sistem monarki konstitusional, seorang Yang di-Pertuan Agong atau Raja Malaysia merupakan kepala negara. Kepala pemerintahan dipegang oleh Perdana Menteri Malaysia, yang kini dijabat oleh Mahathir Mohamad.

Takhta Yang di-Pertuan Agong dipegang secara bergiliran oleh para Sultan dari sembilan negara bagian Malaysia, setiap lima tahun sekali. Sultan Muhammad V terpilih dalam konferensi para Sultan Malaysia yang digelar akhir tahun 2016, dalam pemungutan suara secara rahasia. Pemungutan suara secara rahasia itu harus digelar dalam waktu empat pekan sejak jabatan Yang di-Pertuan Agong kosong.

Sosok Yang di-Pertuan Agong diketahui hanya memegang peran seremonial, termasuk bertindak sebagai penjaga Islam di negara mayoritas muslim ini. Persetujuan Yang di-Pertuan Agong diperlukan saat penunjukan Perdana Menteri dan sejumlah pejabat senior pemerintahan Malaysia lainnya.

Menurut urutan giliran, Sultan Pahang akan menjadi ahli waris takhta selanjutnya. Setelah itu, giliran selanjutnya dipegang oleh Sultan Johor.

Namun proses suksesi kali ini dinilai tidak akan berlangsung mudah dan terang-terangan. Hal ini mengingat Sultan Pahang Ahmad Shah diketahui sudah berusia lanjut dan sering sakit-sakitan. Dia tidak menghadiri pertemuan pada Senin (7/1) kemarin karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan.

Untuk sementara, posisi Raja Malaysia untuk saat ini dipegang oleh Sultan Nazrin Shah dari Kesultanan Perak, yang merupakan Wakil Raja Malaysia saat ini. Sejak Sultan Muhammad V cuti medis pada November 2018, tugas-tugas kesultanan dijalankan oleh Sultan Nazrin.

Sultan Muhammad V yang berusia 49 tahun dikenal akan persona yang santai dan kecintaannya pada olahraga ekstrem serta aktivitas mengemudi off-road. Namun kepemimpinannya menuai kegelisahan setelah sejumlah laporan muncul pada akhir November 2018 di media-media asing, bahwa dia menikah dengan seorang wanita Rusia mantan Ratu Kecantikan bernama Osana Voevodina. Pernikahan itu digelar secara mewah di Moskow, Rusia.

Pihak Kerajaan Malaysia maupun pemerintahan Malaysia tidak mengomentari laporan pernikahan itu. Alasan pengajuan cuti medis yang diambil Sultan Muhammad V juga tidak dijelaskan lebih lanjut. Pengunduran dirinya diumumkan setelah rumor beredar luas di Malaysia. Alasan Sultan Muhammad V mengundurkan diri, sama sekali tidak dijelaskan oleh Kerajaan Malaysia.

(nvc/rna)