Pukul Rekan Wanita, Anggota Parlemen Kenya Ditangkap Polisi

Kenya – Seorang anggota parlemen Kenya, Rashid Kassim, ditangkap kepolisian setempat karena melukai rekan wanitanya yang juga merupakan anggota parlemen. Pengungkapan kejadian itu berawal dari sebuah video yang beredar di media sosial.

Dikutip dari CNN, Sabtu (15/6/2019), dalam video yang beredar, seorang anggota parlemen wanita bernama Fatuma Gedi terlihat tengah berjalan keluar dari gedung parlemen pada Kamis (13/6) pagi waktu setempat. Saat itu, Gedi bertemu Kassim.

Kassim menanyakan kepada Gedi mengapa dia tidak mendapatkan alokasi anggaran untuk daerah pemilihannya. Gedi diketahui anggota di badan anggaran. Gedi kemudian menjelaskan alasannya kepada Kassim.


Namun, menurut penuturan Gedi, Kassim tidak terima. Kassim memaki Gedi dan beberapa kali melayangkan pukulan ke mulut dan rahangnya.

“Ia kemudian memukul saya. Meninju saya di sini,” kata Gedi menunjuk ke arah mulutnya.

Anggota parlemen Sabina Chege menyatakan dia adalah saksi atas tuduhan penyerangan itu. Pada Jumat (14/6), Chege menjelaskan alasan Gedi tidak bisa mengalokasikan anggaran untuk dapil Kassim karena dia tidak pernah hadir di hadapan komite anggaran.

“Rashid mengeluh tentang alokasi dana untuk daerah pemilihannya oleh Hon. Fatuma Gedi menjelaskan kepadanya bahwa masalahnya ada di hadapan komite partisipasi publik yang Rashid tidak pernah hadiri,” kata Chege.

“Dia (Kassim) marah dan memaki Gedi dan kemudian memukulnya. Tidak hanya sekali, tetapi dua kali menampar wajahnya,” lanjut dia.

Chege mengatakan dia dan anggota parlemen lainnya sempat berbondong-bondong keluar dari gedung parlemen sebagai aksi protes. Mereka, kata Chege, kecewa seorang anggota parlemen diserang di kantor sendiri.

“Sangat menyedihkan bahwa anggota parlemen laki-laki terancam oleh kehadiran kita. Mereka berpikir kita mengambil wilayah mereka dan mereka tidak siap untuk mengakomodasi para pemimpin perempuan yang kuat datang. Alih-alih takut, mereka semua harus melakukan pekerjaan pelayanan mereka seperti kita. Jangan, jangan pukul wanita,” ujarnya.

CNN telah menghubungi tertuduh Kassim, tetapi belum mendapatkan respons. Sementara itu, Direktorat Investigasi Kriminal Kepolisian Kenya (DCI) mengatakan penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung.
(tsa/tsa)