Puing Jet Siluman F-35 Jepang Ditemukan, Pilot Masih Dicari

Tokyo – Sebuah jet tempur siluman F-35 milik Jepang jatuh ke Samudra Pasifik saat latihan. Tim pencarian dan penyelamatan berhasil menemukan puing-puing pesawat.

Dilansir dari Reuters, Kamis (11/4/2019) jet canggih dengan satu tempat duduk itu menghilang sekitar 135 km (84 mil) timur pangkalan udara Misawa di prefektur Aomori, saat pukul 07.27 malam (10.27 GMT), pada saat cuaca tengah baik. Juru bicara Angkatan Udara mengatakan telah menemukan puing pesawat dan menyimpulkan bahwa itu merupakan bagian dari jet siluman F-35.

“Kami menemukan puing-puing pesawat dan memutuskan bahwa itu dari F-35,” tuturnya.

Terdapat beberapa tim yang ikut bergabung dalam pencarian pesawat tersebut. Di antaranya delapan kapal dan tujuh pesawat, serta pesawat patroli maritim Orion Angkatan Laut AS.

Menteri Pertahanan Jepang, Takeshi Iwaya, sebelumnya menyatakan puing-puing jet tempur itu telah ditemukan pada Rabu (10/4) pagi waktu setempat. Tim pencari yang melibatkan sejumlah pesawat dan kapal, telah menemukan beberapa puing yang diyakini berasal dari sirip ekor pesawat.

“Kami telah menemukan bagian-bagian dari ekornya,” sebut Iwaya kepada wartawan. “Kami meyakini jet tempur itu jatuh,” imbuh Iwaya.

Dikabarkan saat ini tim masih melakukan pencairan dengan menjelajahi perairan, guna mencari pilot yang masih hilang. Pilot jet siluman F-35 yang hilang ini memiliki 3.200 jam terbang, namun hanya menghabiskan 60 jam terbang denan jet siluman F-35.

Iwaya menyebut keberadaan maupun nasib pilot jet tempur itu tidak diketahui pasti. Militer Jepang bersama militer Amerika Serikat (AS) terus melakukan pencarian terhadap sang pilot.

Jet siluman F-35 mengirimkan sinyal untuk membatalkan misi latihan, sesaat sebelum dinyatakan hilang dari radar. Sinyal pembatalan ini dikirim pada saat jet siluman F-35 tengah memimpin misi latihan bersama tiga pesawat lainnya.

“Penyebab (hilangnya sinyal) belum diketahui,” kata Iwaya.

Jepang menggunakan jet tempur F-35 buatan perusahaan dirgantara AS, Lockheed Martin, sebagai pengganti jet tempur F-4 yang mulai menua. Jet tempur siluman F-35 yang diketahui berharga lebih dari 10 miliar Yen (Rp 1,2 triliun) per pesawat, disebut sebagai sistem persenjataan paling mahal dalam sejarah.

Kecelakaan jet tempur F-35 di Jepang ini menjadi insiden kedua sejauh ini. Pada September 2018, sebuah jet tempur F-35 milik Korps Marinir AS jatuh di Beaufort, South Carolina. Kesalahan pada tabung bahan bakar disebut sebagai penyebabnya. Usai kecelakaan itu, seluruh F-35 milik AS dan sekutu-sekutunya di-grounded untuk diperiksa lebih lanjut.
(dwia/jbr)