Profesor di Pakistan Tewas Ditikam Mahasiswanya Gegara Buat Pesta Campur Gender

Jakarta – Seorang mahasiswa ditangkap karena menusuk profesornya, Khalid Hameed hingga tewas, di perguruan tinggi negeri di Government Sadiq Egerton College, Bahawalpur, Pakistan. Motif penusukan diduga karena sang profesor menghelat pesta mahasiswa baru yang menggabungkan antara pria dan wanita.

“Profesor itu menyelenggarakan pesta campur gender untuk mahasiswa baru dan acara itu seharusnya digelar besok, Kamis,” kata politsi setempat seperti dilansir AFP, Rabu (20/3/2019).


Berdasarkan laporan yang terdaftar di kepolisian, mahasiswa itu berteriak bahwa dia membunuh profesor karena dia ‘ menyebarkan kecabulan’. Pelaku menyebut hal itu bertentangan dengan ajaran agama.

“Pesta campur gender bertentangan dengan ajaran Islam dan saya memperingatkan dia untuk menghentikannya,” kata dia seperti dikutip dari laporan yang diajukan polisi.

Putra profesor Khalid, Waleed Khan, mengaku berada bersama ayahnya pada saat kejadian. Menurut dia, pelaku saat itu tampak menunggu ayahnya.

“Ketika ayah saya hendak masuk ke kantor, orang itu menyerangnya dengan pisau, memukul di kepala dan perutnya,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, Waleed langsung bergerak cepat untuk menolong sang ayah. Profesor Khalid sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

“Ayah saya kemudian jatuh dan saya bergegas untuk menolongnya. Mahasiswa itu memegang pisau dan mulai berteriak ‘Saya telah membunuhnya, saya telah mengatakan kepadanya bahwa penerimaan campuran gender bertentangan dengan Islam,” ujar dia.

“Kami membawanya ke rumah sakit tetapi dia sudah meninggal,” sambungnya.

Setelah itu, mahasiswa menjatuhkan pisaunya. Dia kemudian ditangkap oleh para petugas yang berjaga di lokasi.

(knv/mae)