Pria Palestina Tewas Terkena Tabung Gas Air Mata Tentara Israel

Gaza City – Seorang pria Palestina tewas setelah terkena tabung gas air mata yang ditembakkan tentara Israel saat bentrokan pecah di dekat perbatasan Gaza. Pria Palestina itu tewas setelah empat hari menjalani perawatan medis.

Seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2019), Kementerian Kesehatan setempat mengidentifikasi pria Palestina itu bernama Samir al-Nabaheen (47).

Nabaheen disebut terkena tabung gas air mata di bagian wajahnya dalam bentrokan yang pecah di al-Bureij, Gaza bagian tengah, pada Jumat (25/1) lalu. Dia mengalami luka parah sebelum akhirnya meninggal dunia pada Selasa (29/1) waktu setempat.


Diketahui bahwa warga Palestina selalu menggelar aksi protes di perbatasan Gaza setiap pekan, selama nyaris setahun terakhir. Tak jarang aksi protes itu berujung ricuh dan bentrokan.

Aksi protes itu memperjuangkan warga-warga Palestina yang kehilangan rumah saat Israel menduduki Tepi Barat tahun 1948 silam. Dalam aksinya mereka juga menuntut diakhirinya blokade terhadap Gaza yang diberlakukan Israel hingga kini.

Satu warga Palestina lainnya tewas terkena tembakan Israel di wilayah Rafah, Gaza bagian selatan, pada Jumat (25/1) waktu setempat. Israel selalu menuduh Hamas yang menguasai Gaza, memanfaatkan aksi protes warga Palestina itu untuk melancarkan serangan terhadap tentaranya di perbatasan.

Sejak protes besar-besaran setiap pekan digelar sejak Maret 2018, sedikitnya 246 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel di Gaza. Kebanyakan tewas dalam aksi protes di perbatasan, namun ada juga yang tewas akibat tembakan tank dan serangan udara Israel. Dua tentara Israel tewas dalam periode yang sama.

(nvc/dhn)