Posting Foto Rekayasa PM Hasina, Pria Bangladesh Dibui 7 Tahun

Dhaka – Seorang pria di Bangladesh divonis tujuh tahun penjara karena memposting foto Perdana Menteri Sheikh Hasina yang direkayasa. Vonis itu dijatuhkan di bawah undang-undang internet yang oleh para kritikus disebut sengaja dipakai untuk membungkam perbedaan pendapat.

Kemenangan PM Hasina dan partainya, Liga Awami, dalam pemilu Desember 2018 dinodai oleh tindak kekerasan, penangkapan massal dan dugaan kecurangan. Kepemimpinan PM Hasina semakin lama dinilai semakin otoriter.

Seperti dilansir AFP, Kamis (10/1/2019), pria bernama Mohammad Monir (35) itu dinyatakan bersalah telah merekayasa foto PM Hasina dan mantan Presiden Bangladesh Zillur Rahman kemudian mempublikasinya di media sosial. Monir disidang di pengadilan siber Dhaka pada Rabu (9/1) malam waktu setempat.

“Dia memposting foto-foto rekayasa itu pada status Facebook-nya dan membuat komentar bernada menghina pada keterangan foto itu,” sebut jaksa setempat yang menangani kasus ini, Nazrul Islam Shamim, kepada AFP.

Monir dinyatakan bersalah melanggar pasal 57 Undang-undang Teknologi Informasi dan Komunikasi (UU ICT).

Jaksa Shamim menyatakan bahwa sejak pengadilan siber beroperasi tahun 2013, setidaknya tujuh orang telah diadili dan divonis penjara dalam kasus serupa yang melibatkan PM Hasina dan pejabat Bangladesh lainnya. Lebih dari 200 kasus serupa lainnya masih berproses secara hukum dan akan disidangkan.

Kelompok-kelompok HAM setempat menyebut UU ICT digunakan oleh otoritas Bangladesh untuk membungkam kritikan-kritikan di negara berpenduduk 165 juta orang ini. Beberapa bulan terakhir, UU ICT dipakai untuk menggantikan UU Keamanan Digital yang oleh para kritikus dianggap memberikan wewenang lebih luas pada otoritas Bangladesh dalam membatasi kebebasan berekspresi. Tuduhan itu telah dibantah pemerintah Bangladesh.

(nvc/bag)