Polisi Kyrgyzstan Tangkap 21 Orang Saat Aksi Demo Anti-China

Bishkek – Kepolisian Kyrgyzstan menangkap 21 orang saat aksi demo memprotes meningkatnya pengaruh China di negara bekas Uni Soviet tersebut.

Penangkapan itu dilakukan saat aksi demo di Bishkek, ibu kota Kyrgyzstan untuk menentang migrasi dari China dan kekuatan ekonominya yang meningkat.

Kepolisian menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (18/1/2019), dalam aksi demo pada Kamis (17/1) waktu setempat itu, para demonstran mencoba memblokir jalan raya dan melakukan pelanggaran ketertiban umum lainnya.


Menurut koresponden AFP, antara 200 hingga 300 orang mengikuti aksi demo tersebut.
China merupakan mitra penting bagi Kyrgyzstan yang memilih bank-bank pemerintah China untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur dan perusahaan-perusahaan China untuk melakukan proyek-proyek tersebut. Namun publik negara Asia Tengah itu makin mengkhawatirkan meningkatnya migrasi pekerja China dan pengaruh ekonomi China di negara tersebut.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menyerukan larangan total pemberian kewarganegaraan Kyrgyzstan untuk warga negara China, kecuali untuk anggota diaspora etnis Kyrgyzstan.

Para demonstran juga menuntut adanya pemeriksaan atas bagaimana penggunaan dana pinjaman dari China. Tuntutan ini disampaikan setelah sebuah pembangkit listrik yang diperbarui dengan dana pinjaman hampir US$ 400 juta dari China, kolaps di tengah cuaca dingin tahun lalu.

(ita/ita)