Polisi Bangladesh Tembak Mati 4 Pemburu Harimau Benggala

Dhaka – Polisi Bangladesh menembak mati empat orang yang berniat memburu harimau Benggala yang terancam punah. Baku tembak antara polisi dan pemburu ilegal sempat pecah di kawasan hutan mangrove terbesar dunia, Sundarbans.

Seperti dilansir AFP, Rabu (29/5/2019), Kepolisian Batalion Aksi Cepat (RAB) mencegat para pemburu bersenjata api itu saat mereka menaiki perahu di Sundarbans.

Sundarbans merupakan kawasan hutan mangrove terbesar di dunia yang terbentuk oleh pertemuan Sungai Gangga, Sungai Brahmaputra dan Sungai Meghna di Teluk Benggala. Hutan mangrove ini membentang dari area Sungai Gangga di India hingga ke Sungai Baleswar di Bangladesh.


Dituturkan juru bicara RAB, Mizanur Rahman, bahwa para pemburu itu yang pertama kali melepas tembakan ke arah polisi. Tembakan itu dibalas oleh polisi dan terjadilah baku tembak di kawasan hutan mangrove tersebut.

Empat pemburu tersebut berakhir tewas dalam baku tembak itu. Sejumlah senjata api dan amunisi ditemukan di dalam perahu mereka.

Dalam pernyataan terpisah kepada AFP, pejabat lokal RAB, Tajul Islam, menyebut keempat pemburu yang tewas sebagai anggota geng kriminal yang terlibat kasus perburuan liar di habitat terbesar bagi harimau Benggala dan lumba-lumba Irrawaddy.

“Geng ini menjadi ancaman besar bagi konservasi satwa liar,” sebut Tajul Islam.

Diketahui bahwa Sundarbans yang masuk dalam situs warisan dunia UNESCO, didatangi pemburu liar. Sedikitnya 120 orang tewas dalam bentrokan dengan RAB sejak tahun 2004, sedangkan 400 orang lainnya ditangkap di sungai-sungai dan kanal di sekitar kawasan hutan mangrove tersebut.

(nvc/imk)