Polisi Bangladesh Tangkap Militan ISIS yang Baru Pulang dari Suriah

Dhaka – Kepolisian antiterorisme Bangladesh menangkap seorang anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang baru kembali ke negara tersebut usai bertempur di Suriah.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/5/2019), Kepolisian Bangladesh menyebut anggota ISIS bernama Motaj Abdul Majid Kafiluddin Bepari (33) ini ditangkap di sebuah masjid yang ada di kawasan Uttara, Dhaka pada Minggu (5/5) lalu.

Pejabat kepolisian antiterorisme setempat, Wahiduzzaman Noor, menuturkan kepada kepada AFP, Bepari didakwa atas pasal undang-undang antiterorisme soal merencanakan untuk mendirikan kekhalifahan ISIS di Bangladesh.


Bepari diketahui pergi ke Suriah dari Arab Saudi dan kemudian bergabung dengan ISIS di sana. Diketahui juga bahwa Bepari yang warga Bangladesh ini dilahirkan di Saudi. “Dia pergi ke Suriah tahun 2018 dan bertempur untuk ISIS,” sebut Noor dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Noor menyebut Bepari kembali ke Bangladesh pada Februari lalu. Dia sempat melakukan komunikasi dengan pecahan kelompok militan lokal bernama Jamayetul Mujahideen Bangladesh (JMB) yang terinspirasi ISIS.

Oleh otoritas Bangladesh, JMB dituding bertanggung jawab atas serentetan serangan teror di Bangladesh, termasuk serangan ke sebuah kafe di Dhaka tahun 2016 lalu yang menewaskan 22 orang, termasuk 18 warga negara asing.

Diketahui bahwa otoritas Bangladesh melancarkan operasi besar-besaran untuk memberantas ekstremis domestik usai serangan tersebut.

Menurut Deputi Komisioner Kepolisian Dhaka, Mohibul Islam Khan, penangkapan Bepari ini dilakukan setelah polisi antiterorisme memperingatkan otoritas bandara setempat soal potensi kembalinya 50 militan ISIS yang berasal dari Bangladesh, setelah ISIS mengalami kekalahan di Suriah.

Penangkapan Bepari ini menjadi langkah hukum terbaru terkait ISIS di Bangladesh. Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Bangladesh, AK Abdul Momen, menyampaikan pernyataan tegas terkait Shamima Begum, seorang wanita kelahiran Inggris yang menikahi militan ISIS di Suriah dan orangtuanya berkewarganegaraan Bangladesh.

Momen menegaskan bahwa Begum akan ‘menghadapi hukuman mati’ jika nekat datang ke Bangladesh. Diketahui bahwa otoritas Inggris telah mencabut kewarganegaraan Begum sejak Februari lalu, setelah dia menyatakan niat untuk kembali ke Inggris.

Pada April lalu, otoritas keamanan Bangladesh menggerebek sebuah tempat persembunyian militan di Dhaka dan menewaskan dua militan dalam operasi itu. Pada bulan yang sama, militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sejumlah personel Kepolisian Bangladesh. Klaim itu merupakan yang pertama dalam dua tahun terakhir di Bangladesh.

(nvc/ita)