Polandia Tangkap Warga China Pegawai Huawei Atas Tuduhan Spionase

Warsawa – Otoritas Polandia menangkap seorang warga China yang bekerja sebagai pegawai Huawei atas tuduhan spionase. Seorang warga Polandia yang berprofesi sebagai spesialis bisnis siber juga ikut ditangkap.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (11/1/2019), penangkapan itu dilaporkan oleh kantor berita Polandia, PAP, pekan ini. Identitas keduanya tidak diungkap ke publik. Namun PAP melaporkan keduanya ditangkap atas dugaan menjadi mata-mata.

“Warga negara China itu merupakan seorang pengusaha yang bekerja pada perusahaan elektronik besar … warga Polandia merupakan seseorang yang dikenal di kalangan terkait bisnis siber,” sebut Wakil Kepala Dinas Khusus Polandia, Maciej Wasik, kepada PAP.


Dituturkan juru bicara Kepala Dinas Khusus Polandia yang dikutip PAP, kedua orang itu akan ditahan selama tiga bulan ke depan.
Secara terpisah, televisi Polandia, TVP, melaporkan bahwa otoritas keamanan Polandia telah menggeledah kantor lokal milik perusahaan telekomunikasi ternama China, Huawei Technologies Co Ltd. Penggeledahan juga dilakukan terhadap kantor perusahaan telekomunikasi Orange Polska, tempat kerja warga Polandia yang ditangkap itu.

Belum ada tanggapan dari Huawei maupun Orange Polska terkait laporan ini.

Dalam laporannya, TVP menyebut warga Polandia yang ditangkap merupakan seorang mantan agen intelijen pada Badan Keamanan Internal. Laporan ini belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Penangkapan pegawai Huawei di Polandia ini terjadi setelah pada Desember 2018, otoritas Kanada menangkap Meng Wanzhou yang menjabat Chief Financial Officer (CFO) Huawei. Penangkapan itu dilakukan otoritas Kanada atas permintaan otoritas Amerika Serikat (AS).

Meng ditangkap atas dugaan pidana terkait pelanggaran sanksi Iran yang diberlakukan AS. Jaksa AS menuduh Meng menyesatkan sejumlah bank soal transaksi terkait Iran, sehingga menempatkan bank-bank itu pada risiko melanggar sanksi-sanksi AS.

Meng dibebaskan otoritas Kanada usai membayar jaminan CAN$ 10 juta. Saat ini Meng tinggal di sebuah rumah mewah di Vancouver, Kanada sembari menunggu proses persidangan ekstradisi terhadapnya yang masih berlanjut. Selama berada di Kanada, Meng diwajibkan memakai gelang kaki elektronik untuk memantau pergerakannya.

Terlepas dari itu, badan-badan intelijen AS mencurigai Huawei terkait dengan pemerintah China. Perlengkapan Huawei diduga bisa menjadi ‘pintu belakang’ untuk praktik spionase oleh pemerintah China. Sejauh ini belum ada bukti kuat soal kecurigaan itu dan Huawei telah membantahnya.

(nvc/ita)