Pojok Indonesia di Iran, Bukti Berkembangnya Dialog Peradaban RI-Iran

Teheran – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran telah membuka Indonesian Corner atau Pojok Indonesia di Iran. Pendirian Indonesian Corner ini merupakan salah satu implementasi bentuk kerjasama pendidikan, sekaligus promosi budaya Indonesia pada masyarakat Iran, khususnya generasi muda.

“Terbentuknya Pojok Indonesia (Indonesian corner) di Iran sebagai bukti adanya dialog peradaban yang tumbuh dan berkembang, Indonesia dan Iran, keduanya memiliki peradaban yang sangat tinggi. Iran sangat mengapresiasi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, sebaliknya Iran memiliki latar belakang peradaban yang juga dikenal dunia,” demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Iran, Octavino Alimudin dalam pembukaan Pojok Indonesia (Indonesian Corner) di University of Islamic Denominations, Teheran pada Minggu (10/3) waktu setempat.

“Sejarah peradaban mencatat, hubungan antara Indonesia-Iran telah terjalin sangat lama, oleh karenanya melalui keberadaan Pojok Indonesia tersebut, KBRI Teheran dan pihak universitas sepakat untuk saling tingkatkan kerjasama di berbagai bidang, tidak terbatas pada kerjasama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya yang saat ini sudah berjalan dengan baik dalam segala tataran dimulai dari ruang lingkup U to U (universitas ke universitas) maupun G to G (pemerintah ke pemerintah),” imbuh Dubes Octavino menurut rilis pers KBRI Teheran kepada detikcom, Selasa (12/3/2019).


Sementara itu, Rektor University of Islamic Denominations, Dr. Mohammad Hossein Mokhtari menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap keberadaan Pojok Indonesia di universitas yang dipimpinnya. Menurutnya, hal ini memberikan peluang tidak hanya bagi universitasnya untuk lebih mengenal dan bekerjasama dengan pihak terkait Indonesia, tapi juga bagi publik Iran pada umumnya, terutama kalangan akademisi.

Dr. Torkaman, Direktur ICRO yang hadir dalam acara tersebut dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar keberadaan Pojok Indonesia dapat diperbanyak di Iran. Dikatakannya, pihaknya akan sangat mendukung upaya KBRI Teheran untuk lebih mengenalkan Indonesia pada masyarakat Iran dan kalangan kademisi, khususnya dan begitupun sebaliknya.

Pada saat yang bersamaan, seminar bertajuk kerjasama pendidikan Islam dan pluralitas juga digelar. Selain Dubes RI, hadir sebagai pembicara lainnya adalah Prof. Syafaatun Almirzanah, tenaga pengajar dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara diakhiri dengan peresmian Pojok Indonesia.

Pojok Indonesia di University of Islamic Denominations Tehran merupakan Pojok Indonesia pertama di Kota Teheran. Sebelumnya, tanggal 7 Maret 2019 lalu Pojok Indonesia yang pertama telah dibuka di Universitas Ferdowsi di Kota Mashhad, kota dengan jumlah populasi terbanyak di Iran dan dikenal sebagai kota yang sering dikunjungi para wisatawan religi.

(ita/ita)