Pohon ‘Persahabatan’ Trump dan Macron yang Ditanam di Gedung Putih Mati

Washington DC – Sebuah pohon ‘persahabatan’ yang ditanam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dilaporkan mati. Pohon itu ditanam di halaman Gedung Putih tahun 2018 lalu.

Dituturkan sumber diplomatik setempat pekan ini, seperti dilansir AFP, Senin (10/6/2019), pohon oak yang menyimbolkan persahabatan antara kedua kepala negara itu tidak bertahan hidup.

Hal ini diungkapkan seiring hubungan antara AS dan Prancis melemah, terutama terkait sejumlah isu mulai dari Iran hingga perdagangan.


Diketahui bahwa Macron menawarkan pohon oak muda itu kepada Trump saat dia melakukan kunjungan kenegaraan ke Washington DC pada tahun 2018 lalu. Foto-foto yang dijepret wartawan menunjukkan momen saat Trump dan Macron yang memakai setelan jas, sibuk menanam pohon tersebut di halaman Gedung Putih.

Dengan didampingi istri masing-masing, Melania Trump dan Brigitte Macron, yang memakai sepatu hak tinggi, Trump dan Macron menyekop tanah saat menanam pohon itu di hadapan sorotan kamera wartawan.

Pohon oak itu bukan sembarang pohon, melainkan dipilih karena memiliki makna simbolis. Diketahui bahwa pohon oak itu berasal dari kawasan hutan Prancis bagian utara yang menjadi lokasi gugurnya 2 ribu personel Marinir AS saat Perang Dunia I silam.

Namun sayangnya, beberapa hari usai ditanam oleh Trump dan Macron, pohon itu tidak terlihat di halaman Gedung Putih. Laporan menyebut pohon itu menjalani karantina.

“Pohon itu dikarantina yang menjadi kewajiban bagi setiap organisme hidup yang diimpor ke AS,” tutur mantan Duta Besar Prancis untuk AS, Gerard Araud, via Twitter saat itu.

Araud menambahkan bahwa pohon itu akan ditanam kembali usai dikarantina. Namun ternyata hal itu tak pernah terjadi.

Sumber diplomatik yang dikutip AFP menyebut pohon oak yang menyimbolkan persahabatan antara Trump dan Macron itu mati saat dalam karantina.

(nvc/ita)