PM Jepang Peringatkan Iran dan AS Soal ‘Konflik Tak Disengaja’

Teheran – Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, memperingatkan bahwa ‘konflik tak disengaja’ bisa saja pecah di tengah ketegangan tinggi antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Dalam kunjungannya ke Teheran, Iran, Abe menyerukan agar konflik bersenjata dicegah bagaimanapun dengan semua cara.

Diketahui bahwa ketegangan antara Iran dan AS semakin memuncak setelah Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran, tahun lalu. AS juga memberlakukan kembali sanksi-sanksi sepihak terhadap Iran dan mengerahkan armada militer ke kawasan Teluk.

Kunjungan Abe ke Teheran ini dilakukan saat ketegangan AS-Iran memanas. Sebagai sekutu AS, Jepang diharapkan bisa meredakan ketegangan antara kedua negara. Di sisi lain, kunjungan ke Iran ini tercatat sebagai yang pertama oleh seorang PM Jepang yang aktif menjabat dalam 41 tahun terakhir sejak revolusi Iran tahun 1979.


Seperti dilansir AFP dan France 24, Kamis (13/6/2019), peringatan untuk Iran dan AS soal ‘konflik tak disengaja’ itu disampaikan Abe usai bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani. Abe juga menyerukan kepada Iran untuk memainkan ‘peran konstruktif’ dalam perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Sangat penting agar Iran memainkan peran konstruksi dalam membangun perdamaian dan stabilitas solid di Timur Tengah,” ucap Abe dalam konferensi pers bersama Presiden Rouhani di Teheran.

“Saat ini, ketegangan semakin meningkat di Timur Tengah. Beberapa pakar menunjukkan bahwa konflik mungkin dipicu secara tidak disengaja,” cetusnya.

PM Jepang Shinzo Abe dan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali KhameneiPM Jepang Shinzo Abe dan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Foto: Official Khamenei website/Handout via REUTERS

“Ada kemungkinan untuk sebuah konflik tak disengaja. Konflik bersenjata harus dicegah dengan cara apapun. Perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah sangat diperlukan, tidak hanya untuk kawasan ini tapi juga untuk kemakmuran global. Tidak ada satu pun pihak yang mengharapkan perang,” ujar Abe.

“Kami ingin memainkan peran maksimum semampu kami untuk meredakan ketegangan. Itulah yang membawa saya ke Iran,” imbuhnya.

Dalam konferensi pers yang sama, Rouhani menyatakan dirinya mengharapkan ‘perubahan sangat positif’ di kawasan Timur Tengah dan dunia, jika AS menghentikan tekanan politik terhadap Iran melalui sanksi.

“Jika ada sejumlah ketegangan, akarnya berasal dari perang ekonomi Amerika terhadap Iran. Kapan pun itu berhenti, kami akan melihat perubahan yang sangat positif di kawasan dan dunia,” ujar Rouhani.

“Kami tidak akan memulai konflik di kawasan, bahkan terhadap AS, tapi jika perang dimulai terhadap kami, maka kami akan memberikan respons yang menghancurkan,” tegasnya menambahkan.

Selain bertemu Presiden Rouhani, Abe juga bertemu pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis (13/6) waktu setempat.

(nvc/ita)