PM Jepang Calonkan Trump Untuk Terima Nobel Perdamaian 2019

Tokyo – Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, mencalonkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai kandidat penerima Nobel Perdamaian tahun ini. Pencalonan itu diajukan PM Abe setelah menerima permintaan dari pemerintah AS.

Seperti dilansir Reuters, Senin (18/2/2019), hal tersebut dilaporkan oleh surat kabar lokal Jepang, Asahi Shimbun, pada Minggu (17/2) waktu setempat.

Laporan Asahi Shimbun itu dirilis setelah Trump pada Jumat (15/2) lalu, mengklaim PM Abe telah mencalonkannya untuk menerima Nobel Perdamaian karena mencetuskan perundingan dan meredakan ketegangan dengan Korea Utara (Korut).


Trump dalam pernyataannya menyebut PM Abe telah memberikan salinan surat pencalonan setebal lima halaman yang disebut Trump ‘sangat indah’.
Laporan Asahi Shimbun yang mengutip sumber pemerintahan Jepang itu menyebutkan bahwa pemerintah AS melontarkan gagasan kepada PM Abe soal pencalonan penerima Nobel Perdamaian, setelah Trump menggelar pertemuan puncak dengan pemimpin Korut Kim Jong-Un pada Juni 2018.

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan pihaknya mengetahui pernyataan Trump tersebut, namun ‘akan menahan diri dari berkomentar soal interaksi antara dua pemimpin’.

Sedangkan PM Abe menolak untuk mengomentari klaim Trump. Namun saat berbicara di rapat Komisi Anggaran di parlemen Jepang, PM Abe tidak melontarkan sanggahan secara resmi dan malah memuji upaya-upaya Trump dalam meredakan krisis nuklir Korut.

“Saya tidak menyebutnya (klaim Trump) tidak benar,” ucap PM Abe seperti dilansir Japan Times.

“Komisi Nobel tidak akan mengungkap siapa saja yang mencalonkan atau orang-orang yang dicalonkan selama 50 tahun. Sejalan dengan kebijakan ini, saya ingin menahan diri dari memberikan komentar,” imbuhnya.

Belum ada komentar Gedung Putih terkait laporan Asahi Shimbun.

Disebutkan pada situs Yayasan Nobel bahwa pencalonan untuk Nobel Perdamaian bisa diajukan oleh siapa saja yang memenuhi kriteria, termasuk kepala negara yang masih aktif menjabat. Menurut aturan yayasan tersebut, setiap nama dan informasi soal calon yang tidak berhasil, tidak bisa diungkapkan dalam jangka waktu 50 tahun.

Untuk tahun ini, disebutkan ada 304 kandidat yang dicalonkan untuk Nobel Perdamaian. Jumlah itu terdiri dari 219 individu dan 85 organisasi. Batas akhir pengajuan calon adalah 31 Januari lalu.

Simak Juga ‘Trump Klaim Cegah Perang Besar dengan Korut’:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)