Pertama Kali, AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih THAAD ke Israel

Tel AvivAmerika Serikat (AS) mengerahkan sistem pertahanan rudal canggih THAAD miliknya ke wilayah Israel. Pengerahan semacam ini merupakan yang pertama kali dilakukan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/3/2019), pengerahan ini disebutkan hanya bersifat sementara dalam rangka latihan militer gabungan antara AS dan Israel. Kedua negara telah mengonfirmasi pengerahan THAAD itu, dengan militer Israel menekankan bahwa pengerahan itu ‘tidak berkaitan dengan peristiwa spesifik saat ini’.

Disebutkan juga bahwa latihan gabungan dengan melibatkan THAAD menjadi yang pertama kali dilakukan di Israel. Meskipun diketahui bahwa kedua negara yang bersekutu ini kerap menggelar latihan perang gabungan secara rutin. Belum diumumkan lebih lanjut waktu pelaksanaan latihan gabungan ini.


Israel diketahui memiliki sistem pertahanan rudal sendiri yang bernama Iron Dome. THAAD yang merupakan kependekan dari Terminal High Altitude Area Defence merupakan sistem pertahanan canggih milik AS yang mampu menembak jatuh dan menghancurkan rudal jarak pendek, medium dan menengah.

Disebutkan juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus, bahwa latihan gabungan dengan AS yang melibatkan THAAD ini sebagian bertujuan untuk memeriksa bagaimana cara kerja THAAD agar ‘kami siap menghadapi tantangan apapun di masa depan’.

Latihan ini, sebut Conricus, juga akan memampukan militer AS untuk melakukan pengerahan THAAD secara pesat ke berbagai belahan Bumi.

“Kami melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk mempraktikkan integrasi sistem pertahanan udara Amerika yang canggih ke dalam jajaran pertahanan udara Angkatan Udara Israel,” ucap Conricus kepada wartawan setempat. “Sistem THAAD dianggap sebagai salah satu yang paling canggih di dunia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Conricus menjelaskan bahwa latihan gabungan dengan melibatkan THAAD akan melibatkan lebih dari 200 personel militer AS dan komponen-komponennya termasuk radar dan sistem peluncuran. Conricus menyatakan bahwa komponen dan personel militer itu telah datang dari AS dan Italia.

THAAD akan dikerahkan di wilayah Israel bagian selatan, namun para pejabat setempat enggan menyebut secara spesifik soal lokasi dan durasinya.

Diketahui bahwa Israel memiliki banyak musuh termasuk Iran dan kelompok gerilyawan Hizbullah asal Lebanon yang didukung Iran. Kedua pihak itu mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad dalam konflik Suriah.

Sebelumnya pada tahun 2017, pemerintah AS menyetujui penjualan THAAD ke Arab Saudi. Ini berarti Saudi memiliki kemampuan untuk menangkal serangan roket Iran. Selain Saudi, sistem THAAD juga disuplai ke Qatar dan Uni Emirat Arab.

Pengerahan THAAD ke Korea Selatan (Korsel) sebagai pertahanan melawan Korea Utara (Korut) beberapa waktu lalu menuai protes dari China. Pemerintah China mengkhawatirkan sensor-sensor THAAD akan mampu menembus wilayah udara China dan mengganggu keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik latihan gabungan ini. Netanyahu menyebutnya sebagai ‘testimoni tambahan untuk komitmen AS bagi keamanan Israel’.

(nvc/ita)