Pertama dalam 5 Tahun, 800 Jemaah Palestina Umrah ke Mekah via Mesir

Rafah – Sekitar 800 warga Palestina diizinkan keluar dari Gaza untuk melakukan ibadah umrah ke Mekah, Arab Saudi, melalui wilayah Mesir. Ini menjadi momen pertama sejak tahun 2014 bagi warga Palestina untuk umrah melalui perlintasan Rafah yang ada di perbatasan Gaza dan Mesir.

Seperti dilansir AFP, Senin (4/3/2019), seorang pejabat Palestina di perlintasan perbatasan Rafah di Gaza mengatakan bahwa para jemaah Palestina itu meninggalkan Gaza pada Minggu (3/3) dini hari dan disambut beberapa bus di wilayah Mesir yang ada di perbatasan.

Dengan bus-bus itu, para jemaah dibawa ke Bandara Kairo, Mesir untuk kemudian diterbangkan ke Mekah, Saudi.


Ditambahkan seorang pejabat keamanan Palestina di Rafah, ada 15 orang dari 800 jemaah Palestina itu yang tidak diperbolehkan melintasi perbatasan. Alasannya tidak disebut lebih lanjut.
Sejumlah sumber keamanan Mesir mengonfirmasi bahwa ini menjadi momen pertama izin umrah diberikan kepada jemaah Palestina di Gaza sejak Mesir melancarkan operasi militer di Sinai bagian utara pada tahun 2014.

Untuk ibadah umrah, otoritas Mesir telah menghentikan program umrah bagi warga Palestina di Gaza sejak tahun 2015 karena situasi yang tidak stabil di wilayah utara Semenanjung Sinai yang berbatasan dengan Jalur Gaza. Namun untuk ibadah haji, Mesir masih memberikan izin.

Diketahui bahwa setiap tahun, sekitar 2.500 jemaah diizinkan meninggalkan Gaza via Mesir untuk menjalankan ibadah haji.

Sejak Mohamed Morsi dilengserkan dari kursi presiden tahun 2013, Mesir menghadapi aktivitas militan yang meningkat di Sinai Utara. Tahun lalu, militer Mesir melancarkan operasi besar-besaran terhadap para militan Sinai.

Wilayah Gaza yang dikuasai Hamas, telah diblokade Israel selama lebih dari satu dekade. Gaza telah diblokade, baik darat, udara dan laut, oleh Israel sejak tahun 2007 saat Hamas mengambil alih kekuasaan dari kelompok Fatah yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas.

Mesir juga sempat memberlakukan blokade, namun saat hubungan dengan Hamas membaik, Mesir membuka kembali perbatasannya.

Perlintasan perbatasan Rafah dengan Mesir menjadi satu-satunya jalan keluar warga Palestina di Gaza yang tidak dikuasai Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, perlintasan Rafah selalu ditutup dan baru dibuka lagi sekitar 10 bulan lalu. Setiap harinya, sekitar 300 warga Palestina melintasi perlintasan Rafah.

(nvc/ita)