Pertama dalam 100 Tahun, Black Panther Terjepret Kamera di Kenya

Nairobi – Penampakan langka macan tutul hitam atau black panther terpantau di wilayah Kenya. Disebut langka karena penampakan black panther ini merupakan yang pertama dalam 100 tahun terakhir di Benua Afrika.

Para peneliti telah mengonfirmasi kehadiran beberapa ekor black panther yang dibuktikan melalui jepretan kamera di sekitar wilayah Kenya bagian tengah.

Seperti dilansir AFP, Kamis (14/2/2019), foto-foto penampakan black panther itu dijepret para peneliti di Kebun Binatang San Diego yang sedang mempelajari macan tutul di Konservasi Satwa Liar Loisaba, juga dijepret oleh seorang fotografer independen yang bekerja di area yang sama pada waktu bersamaan.

“Kami sangat bersemangat mendengar bahwa kamera-kamera jebakan ini telah menangkap gambar langka macan tutul melanistik, atau yang juga dikenal sebagai black panther!” demikian pernyataan pihak Konservasi Satwa Liar Loisaba pada situsnya.

Melanisme merupakan mutasi genetik semacam albino, namun mengarah pada kelebihan pigmen yang mengubah warna bulu atau kulit hewan menjadi hitam.

Menurut kajian yang dipimpin peneliti Kebun Binatang San Diego, Nicolas Pilfold, dan dirilis di Jurnalis Ekologi Afrika pada Januari lalu, foto-foto itu menunjukkan konfirmasi ilmiah pertama dalam satu abad terakhir soal kehadiran black panther di Afrika.

Terakhir kali, laporan terkonfirmasi soal keberadaan black panther dibuktikan melalui sebuah foto yang dijepret di Addis Ababa, Ethiopia, tahun 1909 silam. Foto itu kini disimpan Museum Sejarah Nasional di Amerika Serikat.

Di Kenya, seekor black panther dalam penangkaran terjepret kamera tahun 2013, sedangkan foto-foto lainnya yang diambil dari helikopter sempat beredar tahun 2018. Foto-foto yang diambil beberapa waktu terakhir menjadi bukti ilmiah pertama yang pernah tercatat.

Dituturkan Pilfold kepada AFP bahwa setelah pihaknya menerima sejumlah laporan soal penampakan black panther, timnya memasang delapan kamera jebakan pada Februari 2018. Dalam waktu tiga bulan, kamera-kamera itu berhasil menjepret seekor black panther betina yang menjelang dewasa.

Pilfold memperkirakan ada ‘dua, mungkin tiga’ ekor black panther di kawasan Loisaba. “Sejauh ini, ini merupakan foto-foto jarak terbaik, paling dekat yang kita punya untuk seekor black panther di Afrika, belum ada yang seperti ini sebelumnya,” ucapnya.

Diketahui bahwa spesies kucing raksasa dengan melanisme disebut sebagai black panther, sama seperti macan tutul hitam di kawasan Asia dan Afrika dan black jaguar di Amerika. Menurut Pilfold, hanya sekitar 11 persen macan tutul di Bumi ini yang berwarna hitam.

Dalam kajian ini, tim Pilfold bekerja sama dengan fotografer Will Burrard-Lucas, yang menggunakan kamera jebakan ‘Camptraptions‘ yang didesain secara personal untuk menjepret foto-foto black panther yang sama di area tersebut. Foto-foto itu dirilis bersama dengan kajian tim Pilfold.

Macan tutul hitam tercatat berada di wilayah Asia Tenggara, namun sangat sedikit yang diketahui ada di wilayah Afrika.

(nvc/ita)