Perjalanan Hidup Suthida, Mantan Pramugari yang Jadi Ratu Thailand

BangkokRatu Suthida Vajiralongkorn Na Ayudhya, yang baru dinikahi Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, pernah menjadi pramugari Thai Airways sebelum menjadi pengawal kerajaan. Suthida banyak berkiprah dalam Kerajaan Thailand, salah satunya saat prosesi kremasi mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, ayah Raja Vajiralongkorn.

Kerajaan Thailand dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (1/5) waktu setempat mengumumkan bahwa Raja Vajiralongkorn telah menikahi Ratu Suthida beberapa hari sebelum penobatannya digelar. Raja Vajiralongkorn juga menetapkan istrinya sebagai Ratu Thailand, sehingga dia akan memegang gelar kerajaan dan status sebagai bagian dari keluarga Kerajaan Thailand.

Seperti dilansir Reuters dan media lokal Thailand, The Nation, Kamis (2/5/2019), Ratu Suthida yang lahir 3 Juni 1978 merupakan mantan pramugari maskapai Thai Airways. Wanita berusia 41 tahun ini sebelumnya memiliki nama lengkap Suthida Tidjai.


Setelah menikahi Raja Thailand, dia memiliki nama lengkap Ratu Suthida Vajiralongkorn Na Ayudhya. Saat dinikahi Raja Vajiralongkorn, Ratu Suthida yang sebelumnya warga sipil ini, telah menjadi pengawal pribadi Raja Thailand dengan pangkat Jenderal.
Latar belakang Ratu Suthida tidak banyak diulas media-media lokal. Hanya disebut bahwa tahun 2010, dia mulai bergabung dengan militer Thailand dengan pangkat Letnan Dua. Pada Agustus 2014 lalu, ketika Vajiralongkoran masih menjadi Putra Mahkota, Ratu Suthida ditunjuk menjadi Wakil Komandan Unit Pengawal Putra Mahkota Kerajaan Thailand.

Diketahui bahwa Raja Vajiralongkorn naik takhta menjadi Raja Thailand setelah wafatnya sang ayah, Raja Bhumibol Adulyadej pada tahun 2016. Raja Vajiralongkorn telah menerima takhta sejak 1 Desember 2016, namun penobatan resminya baru akan digelar Sabtu (4/5) nanti setelah dia meminta waktu untuk berkabung.

Pada hari yang sama setelah menerima takhta, 1 Desember 2016, Raja Vajiralongkorn menunjuk Ratu Suthida sebagai Komandan Unit Operasi Khusus Pengawal Kerajaan dan menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal — secara sepenuhnya — pada militer Kerajaan Thailand.

Kemudian pada tahun 2017, Ratu Suthida ditunjuk menjadi Wakil Komandan Pengawal Elite Raja Thailand. Pada tahun yang sama, dia diberi gelar bangsawan ‘Thanpuying’. Saat ini, menurut laporan Asia Times, Ratu Suthida merupakan Komandan dari Komando Keamanan Kerajaan pada Departemen Aide-de-Camp Thailand.

Ratu Suthida yang memiliki nama panggilan ‘Nui’ ini, kerap terlihat dalam rekaman dokumentasi resmi Kerajaan Thailand beberapa tahun terakhir. Kebanyakan dokumentasi kerajaan menunjukkan momen saat Ratu Suthida mengawal Raja Vajiralongkorn dalam menjalani ritual kerajaan atau menghadiri seremoni suci.

Asia Times bahkan menyebut bahwa Ratu Suthida memainkan peran cukup penting dalam seremoni pemakaman suci mendiang Raja Bhumibol yang digelar Oktober 2017 lalu.

Tidak banyak informasi soal perjalanan hubungan Ratu Suthida dengan Raja Vajiralongkorn. Pihak Kerajaan Thailand sendiri tidak pernah secara resmi mengakui hubungan di antara keduanya. Namun dengan penetapannya sebagai Ratu Thailand, Ratu Suthida kini akan dilindungi oleh hukum lese majeste, yang memiliki ancaman hukuman 15 tahun penjara bagi setiap kritikan yang dilontarkan untuk keluarga Kerajaan Thailand.

Usai pengumuman dirilis pihak kerajaan secara mengejutkan pada Rabu (1/5) waktu setempat, momen pernikahan Raja Vajiralongkorn dan Ratu Suthida disiarkan dalam segmen Royal News di seluruh saluran televisi Thailand. Terdapat pemimpin junta militer dan Perdana Menteri Prayuth Chan-o-Cha di antara tamu yang hadir.

Diketahui bahwa pernikahan dengan Ratu Suthida ini menjadi pernikahan keempat Raja Vajiralongkorn yang kini berusia 66 tahun. Dia sebelumnya telah tiga kali menikah yang semuanya berujung perceraian. Raja Vajiralongkorn dikaruniai tujuh anak dari pernikahan-pernikahan sebelumnya.

(nvc/ita)