Peringatan AS untuk Rusia dan China Soal Pengerahan Militer ke Venezuela

Washington – Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton melontarkan peringatan pada Rusia, China dan sekutu-sekutu Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengenai pengerahan pasukan dan peralatan militer ke negara Amerika Latin tersebut. Bolton mengingatkan bahwa Washington akan membela kepentingannya terhadap aksi-aksi provokatif seperti itu.

“Kami sangat mengingatkan para aktor di luar Belahan Barat untuk tidak mengerahkan aset-aset militer ke Venezuela, ataupun di tempat lainnya di Belahan tersebut, dengan maksud membangun atau memperluas operasi militer,” kata Bolton seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (30/3/2019).

“Kami akan menganggap aksi-aksi provokatif seperti itu sebagai ancaman langsung bagi perdamaian internasional dan keamanan di wilayah tersebut. Kami akan terus membela dan melindungi kepentingan Amerika Serikat, dan kepentingan mitra-mitra kami di Belahan Barat,” imbuh Bolton.


Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa “Rusia harus keluar dari Venezuela” dan mengingatkan bahwa semua opsi terbuka untuk memaksa Rusia keluar dari negara tersebut. Hal itu disampaikan Trump setelah dua pesawat Angkatan Udara Rusia yang mengangkut hampir 100 personel militer dan peralatan militer, mendarat di pinggiran ibu kota Venezuela, Caracas pada 23 Maret lalu.

Sementara itu, sebuah pesawat China yang mengangkut 65 ton bantuan medis mendarat di Caracas pada Jumat (29/3) waktu setempat. Langkah ini diperkirakan akan membuat berang pemerintah AS yang terus melakukan upaya untuk memaksa Maduro lengser.

Sebelumnya, Rusia menegaskan bahwa kehadiran personel militer Rusia di Caracas tidak untuk ikut serta dalam operasi militer. Otoritas Rusia menyebut pihaknya mengerahkan tim spesialis untuk membahas kerja sama militer-teknis antara kedua negara.

“Kehadiran tentara Rusia di Venezuela terkait pembahasan kerja sama soal militer-teknis,” kata Atase Militer Venezuela di Moskow, Jose Rafael Torrealba Perez, seperti dikutip kantor berita Rusia, Interfax dan dilansir Reuters, Kamis (28/3/2019).

Ditegaskan Perez bahwa kehadiran personel militer Rusia di Venezuela itu tidak terkait operasi militer apapun.

Dalam krisis Venezuela yang tengah berlangsung, rezim Presiden Maduro didukung oleh Rusia dan China. Sementara AS dan negara-negara Barat sekutunya mendukung pemimpin oposisi, Juan Guaido, yang telah memproklamirkan dirinya sebagai Presiden interim Venezuela.

(ita/ita)