Pendaki Malaysia Tewas Usai Diselamatkan dari Gunung Nepal

Kathmandu – Seorang pendaki asal Malaysia tewas setelah diselamatkan dari Gunung Annapurna di Nepal. Pendaki yang berprofesi sebagai dokter ini meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Singapura.

Seperti dilansir AFP, Jumat (3/5/2019), Chin Wui Kin (48) berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat setelah dua malam terjebak di puncak Gunung Annapurna, pekan lalu. Namun sayangnya, dia dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (2/5) waktu setempat saat dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura.

Insiden ini berawal saat Chin mencapai puncak gunung setinggi 8.100 meter itu pada 23 April lalu. Dia gagal kembali ke kamp terdekat yang berjarak 1 kilometer dari puncak gunung. Hal ini membuat para pendaki dan pemandu yang satu kelompok dengannya kelimpungan mencarinya.


Sebuah helikopter penyelamat yang dikerahkan berhasil menemukan lokasinya pada 25 April. Saat itu, Chin terpantau melambaikan tangan dari sebuah lereng berselimut salju tebal di ketinggian sekitar 7.500 meter.

Empat pemandu berpengalaman kemudian dikerahkan via udara ke sebuah kamp lainnya yang ada di ketinggian 6.500 meter. Upaya pencarian selama 4 jam yang diwarnai pendakian sulit, berujung temuan keberadaan China. Namun saat itu dia sudah dalam kondisi setengah sadar.

Chin awalnya dibawa ke kamp terdekat. Namun setelah kondisinya dinyatakan ‘kritis’, dia diterbangkan ke sebuah rumah sakit di Kathmandu untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut. Salah satu petugas penyelamat menyebut kata-kata yang pertama diucapkan Chin saat ditemukan adalah: “Bisa saya minum air panas?”

Saat itu, para pakar menyebut sebuah ‘keajaiban’ bahwa Chin ditemukan selamat setelah terjebak dalam kondisi beku untuk waktu sangat lama.

Diketahui bahwa ratusan orang dari seluruh dunia datang ke Nepal untuk mendaki. Chin sendiri diketahui berhasil menaklukkan Everest — puncak tertinggi dunia — tahun lalu. Namun Gunung Annpurna yang rawan longsor, dianggap lebih sulit secara teknis dan kerap memakan korban jiwa.

Pada Oktober 2018, sembilan pendaki asal Korea Selatan (Korsel) tewas setelah terjebak badai salju di lereng Gunung Gurja, sebelah barat Annapurna.

(nvc/dhn)