Pemimpin Militan Pro-ISIS Tewas dalam Bentrokan dengan Tentara Filipina

Manila – Otoritas Filipina mengonfirmasi kematian pemimpin militan pro-ISIS yang mendalangi penyerbuan ke kota Marawi dua tahun lalu. Pemimpin militan pro-ISIS ini dipastikan tewas dalam bentrokan dengan militer Filipina, bulan lalu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (15/4/2019), Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, dalam pernyataannya mengonfirmasi kematian Abu Dar, nama pemimpin militan pro-ISIS itu, dengan didasarkan pada tes DNA yang telah dilakukan.

“Sudah dikonfirmasi, itu adalah jenazah Abu Dar,” tegas Lorenzana dalam pernyataan pada Minggu (14/4) waktu setempat.


Abu Dar dipastikan merupakan salah satu dari empat militan yang tewas dalam bentrokan di Provinsi Lanao del Sur, pada Maret lalu.
Militer Filipina meyakini bahwa Abu Dar selama ini memimpin kelompok Daulah Islamiyah, militan lokal di Filipina bagian selatan yang menyatakan aliansi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Kelompok ini diketahui juga memiliki militan asing sebagai anggotanya.

Dalam pernyataan terpisah, Mayor Jenderal Robert Ancan yang merupakan Komandan Divisi Infantri ke-1 militer Filipina menyampaikan hal yang sama.

“Itu menjadi pencapaian signifikan pemerintah dan warga Lanao del Sur yang telah bekerja bersama-sama untuk menyingkirkan provinsi tercinta mereka dari para teroris,” ucap Mayor Jenderal Ancan dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa Daulah Islamiyah melancarkan penyerbuan ke kota Marawi, yang memicu pertempuran sengit selama lima bulan pada tahun 2017 lalu.

Beberapa pemimpin militan pro-ISIS itu dilaporkan tewas dalam serangan udara dan pertempuran darat dengan militer Filipina. Salah satu yang terkenal adalah Isnilon Hapilon yang dijuluki sebagai ‘Emir-nya’ ISIS di kawasan Asia Tenggara.

Sosok Abu Dar sendiri pernah terlihat duduk di sebelah Hapilon dalam sebuah rekaman video yang disita militer Filipina. Abu Dar diketahui berhasil lolos dari gempuran militer Filipina yang akhirnya berhasil merebut kembali kota Marawi.

“Untuk saat ini, kelompoknya tidak memiliki pemimpin. Kami sedang memantau siapa yang akan menggantikan Dar,” tandas Lorenzana dalam pernyataannya.

(nvc/ita)