Pemimpin Dunia Mengutuk Aksi Terorisme di Masjid New Zealand

AnkaraPenembakan massal dua masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru), menuai kecaman pemimpin-pemimpin dunia. Aksi terorisme yang sejauh ini menewaskan 49 orang itu disebut telah memicu kengerian global.

Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern dalam pernyataannya mengecam penembakan brutal itu sebagai ‘serangan teroris’.

Dalam konferensi pers terbaru, Komisioner Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, menjelaskan bahwa 41 orang tewas dalam penembakan di Masjid Al Noor, Deans Ave kemudian tujuh orang lainnya tewas di sebuah masjid di pinggiran Linwood dan satu orang tewas saat dirawat di rumah sakit.


Empat orang, yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita, telah ditangkap otoritas setempat terkait penembakan brutal ini. Identitas keempatnya belum diungkap ke publik. Bush menyatakan baru satu orang yang dijerat dakwaan pembunuhan terkait penembakan brutal ini.
Seperti dilansir AFP, Jumat (15/3/2019), kecaman pun mengalir dari berbagai negara terhadap penembakan brutal yang melukai puluhan orang lainnya itu. Salah satunya dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang menyebut umat muslim tengah menghadapi ‘pembunuhan massal’.

“Dengan serangan ini, permusuhan terhadap Islam, yang dunia hanya diam menontonnya dan bahkan mendorongnya untuk beberapa waktu, telah meningkat dari pelecehan individu dan mencapai tingkat pembunuhan massal,” ujar Erdogan dalam pernyataannya.

“Jika langkah-langkah tidak segera diambil, kabar bencana lainnya akan mengikuti yang ini,” imbuhnya.

Secara terpisah, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut penembakan brutal itu sebagai ‘serangan kejam dan sinis’. “Serangan terhadap orang-orang penuh kedamaian yang berkumpul untuk beribadah, sungguh mengejutkan dari kekejaman dan sinismenya,” sebut Putin dalam pernyataannya.

“Saya harap mereka yang terlibat akan dihukum berat,” ucap Putin kepada PM Ardern.

PM Inggris Theresa May menyampaikan belasungkawa mendalam untuk para korban penembakan brutal di Christchurch. Dalam pernyataannya, PM May juga menyebut penembakan itu sebagai ‘serangan teroris’.

“Menyampaikan belasungkawa mendalam usai serangan teroris mengerikan di Christchurch. Pikiran saya bersama semua korban aksi kekerasan yang memuakkan ini,” sebut PM May.

Presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk, mengecam keras penembakan brutal itu dalam pernyataannya. “Kabar mengerikan dari Selandia Baru. Serangan brutal … tidak akan pernah melemahkan toleransi dan kesopansantunan yang membuat Selandia Baru dikenal,” katanya.

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, dalam pernyataannya menyebut negaranya ‘terdampak secara mendalam atas kejahatan brutal di Christchurch’.

PM Spanyol, Pedro Sanchez, menyebut penembakan brutal itu sebagai serangan oleh ‘fanatik dan ekstremis yang ingin menghancurkan masyarakat kita’. Tak lupa PM Sanchez menyampaikan belasungkawa untuk para korban, keluarganya dan pemerintah Selandia Baru.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengecam keras penembakan brutal tersebut dan menyatakan belasungkawa untuk Selandia Baru. “Terlepas siapa pelakunya, kita sangat mengecam keras aksi ini. Dan kita pemerintah Indonesia sampaikan duka mendalam kepada korban yang ada dari korban aksi tersebut. Dan tim perlindungan WNI sedang menuju ke lokasi,” kata Jokowi.

Simak Video 20detik: Teror Penembakan di Masjid, Hari Tersuram di Selandia Baru

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)