Pemilu Israel Digelar, Netanyahu Bertarung Melawan Eks Kepala Militer

Tel Aviv – Pemilihan umum digelar hari ini di Israel untuk memilih perdana menteri (PM) baru di negara Yahudi tersebut. Warga Israel akan memutuskan apakah akan tetap memilih petahana PM Benjamin Netanyahu meski dijerat berbagai tuduhan korupsi atau menggantinya dengan seorang bekas kepala militer yang baru di dunia politik.

Bekas kepala militer Benny Gantz (59) menantang Netanyahu dengan membangga-banggakan kredensial keamanannya serta berjanji akan memperbaiki kerusakan yang menurutnya, telah ditimbulkan akibat politik perpecahan yang dilakukan Netanyahu.

Sementara Netanyahu berjanji akan menganeksasi wilayah-wilayah permukiman di Tepi Barat jika dirinya kembali terpilih sebagai PM.

Saat kampanyenya, Netanyahu juga kerap menekankan pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengakui kedaulatan Israel atas Lembah Golan.

“Siapa lagi yang bisa melakukan ini? Siapa yang bisa melakukan ini. Ayoklah jujur,” ujar Netanyahu dalam wawancara dengan situs berita lokal, Arutz Sheva. dan dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/4/2019).

Jika Netanyahu memenangi pemilu ini, dia bisa mengalahkan David Ben-Gurion sebagai PM Israel yang paling lama menjabat. Netanyahu telah menjadi PM Israel selama lebih dari 13 tahun.

Namun jika dia menang, dia pun terancam untuk menjadi PM Israel pertama yang divonis saat masih menjabat. Jaksa Agung Israel telah mengumumkan bahwa dirinya akan mendakwa Netanyahu akan penyuapan, penggelapan dan pelanggaran kepercayaan. Netanyahu tidak diharuskan mundur jika terbukti bersalah, kecuali jika dia telah melakukan banding dan tetap dinyatakan bersalah.
(ita/ita)