Pemakaman Massal Untuk 14 Anak-anak Yaman yang Tewas Akibat Ledakan

Sanaa – Para pemberontak Houthi di Yaman menggelar pemakaman massal bagi 14 anak-anak yang tewas akibat ledakan di dekat dua sekolah di Sanaa, ibu kota Yaman.

Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ledakan di ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi itu, menewaskan 14 anak-anak dan melukai 16 anak lainnya. Penyebab ledakan yang terjadi pada Minggu (7/4) waktu setempat itu belum diketahui.

Sebagian besar korban tewas dalam ledakan di distrik Saewan di Sanaa itu adalah anak-anak perempuan di bawah usia 9 tahun. Pemakaman anak-anak tersebut pada Rabu (10/4) waktu setempat dilakukan di bawah pengawasan pemberontak Houthi, yang terus berperang melawan aliansi pro-pemerintah yang dipimpin Arab Saudi.

Kerabat anak-anak yang tewas serta anak-anak sekolah ikut mengangkat peti mati dan berjalan ke kuburan, dengan dikawal oleh barisan ambulans. Kerumunan orang tumpah-ruah ke jalanan untuk mengikuti prosesi pemakaman ini.

“Dosa apa yang telah mereka lakukan?” tanya Essam al-Abed, seorang pejabat Houthi lokal dan pengorganisir pemakaman massal ini seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/4/2019).

“Dosa mereka hanyalah membawa tas ransel dan pulpen untuk mendapat pendidikan,” imbuhnya.

Pihak pemberontak Houthi menuding koalisi militer pimpinan Arab Saudi telah menewaskan anak-anak tersebut dalam sebuah serangan udara. Namun koalisi Saudi membantah melakukan serangan udara di Sanaa pada Minggu (7/4) lalu.

PBB dan kelompok-kelompok kemanusiaan menyerukan penyelidikan atas ledakan tersebut. Hingga kini belum bisa dipastikan penyebab ledakan tersebut.

Konflik di Yaman memburuk setelah Arab Saudi dan sekutu-sekutunya melakukan intervensi militer untuk memerangi Houthi pada tahun 2015. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 10 ribu warga Yaman telah tewas sejak serangan-serangan udara dilancarkan koalisi Saudi pada 2015. Namun menurut kelompok-kelompok HAM, korban jiwa yang sebenarnya jauh lebih tinggi.

Konflik berkepanjangan ini telah menyebabkan jutaan warga Yaman berada di ambang kelaparan massal. PBB bahkan menyebut bahwa perang ini telah membuat Yaman mengalami krisis kemanusiaan terparah di dunia.

(ita/ita)