Pelaku Teror Masjid New Zealand Diduga Jadi Ekstrem Usai Keliling Dunia

WellingtonBrenton Tarrant, tersangka aksi teror di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru awalnya dikenal sebagai pria biasa tanpa pandangan ekstrem. Namun usai Tarrant bepergian ke beberapa negara di Eropa dan Asia, pandangannya mengalami perubahan drastis.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (16/3/2019), Tarrant (28) yang seorang warga negara Australia diketahui pernah bekerja sebagai personal trainer selama beberapa tahun di sebuah gym lokal di Grafton, New South Wales, Australia. Grafton merupakan kota asal Tarrant. Dia bekerja di sana sejak akhir tahun 2000-an.

Warga Grafton mengenal Tarrant sebagai pemuda menyenangkan yang terobsesi pada kebugaran. Dia juga berasal dari keluarga yang dihormati di sana. Manajer gym yang pernah bos Tarrant, Tracey Gray, menyebut pria berambut pirang itu terlihat ‘relatif normal’ saat bekerja untuknya.

“Dia sosok normal sama seperti yang lain,” tutur Gray kepada media lokal Australia, Nine News, afiliasi CNN. “Dia tidak pernah menunjukkan pandangan ekstremis atau perilaku gila lainnya,” sebutnya.

Gray menduga, Tarrant mungkin berubah menjadi ekstrem dan radikal saat melakukan perjalanan ke Eropa dan Asia pada awal tahun 2010-an. “Saya tidak percaya bahwa seseorang yang pernah berinteraksi dengan saya setiap hari, mampu melakukan hal seekstrem ini,” ucapnya merujuk pada teror yang dilakukan Tarrant.

Dilansir The New Zealand Herald bahwa Tarrant meninggalkan Grafton sekitar 10 tahun lalu. Sebelumnya dia tinggal di Grafton, kota yang berjarak 643 kilometer dari Sydney, bersama orangtua dan kakak perempuannya. Ayah Tarrant diketahui meninggal dunia karena kanker tahun 2010. Setelah Tarrant menerima warisan dari ayahnya, dia meninggalkan keluarganya untuk bepergian keliling dunia.

Aktivitas Tarrant melanglang buana ini dikonfirmasi Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinta Ardern, dalam keterangannya pada Sabtu (16/3) waktu setempat. Menurut PM Ardern, Tarrant keluar-masuk Selandia Baru di sela-sela perjalanannya ke luar negeri.

“Individu ini telah bepergian keliling dunia, dengan secara sporadis menghabiskan waktu di Selandia Baru,” sebut PM Ardern, merujuk pada Tarrant yang disebutnya sebagai ‘pelaku utama’ dalam teror di dua masjid di Christchurch. Saat aksi teror terjadi, Tarrant diketahui telah menetap di Dunedin, Selandia Baru.

Merespons aksi keji yang dilakukan Tarrant di Selandia Baru, otoritas Bulgaria menyatakan sedang menyelidiki kunjungan Tarrant ke negara-negara Eropa Timur pada November 2018. Penyelidikan ini dikonfirmasi oleh Jaksa Agung Bulgaria, Sotir Tsatsarov, seperti dilansir The New Zealand Herald.

Dituturkan Tsatsarov bahwa Tarrant berada di Bulgaria antara 9-15 November 2018. Di Bulgaria, Tarrant mengunjungi sejumlah lokasi seperti Pleven, Gabrovo, Bachkovo, Kazaluk, Blagoevgrad dan Pernik. “Dari Bulgaria, dia terbang ke Bucharest, dari sana dia menyewa sebuah mobil dan pergi ke Hungaria,” sebut Tsatsarov.

Dilaporkan juga oleh The New Zealand Herald bahwa Tarrant pernah membahas soal kunjungannya ke Pakistan. Diketahui bahwa Tarran sempat memposting secara online sebuah manifesto setebal 87 halaman, yang isinya menyebutkan alasannya untuk melakukan penembakan brutal itu. Manifesto itu berisi pandangan anti-imigran, anti-muslim dan penjelasan mengapa serangan itu dilakukan.

Simak Juga ‘ Salahkan Muslim di Teror New Zealand, Senator Australia Diceploki Telor ‘:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/fdn)