PBB Imbau Pemerintah Venezuela Tak Gunakan Kekerasan Atasi Krisis

Washington DC – Pesatuan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan pemerintah Venezuela untuk tidak menggunakan kekerasan yang berlebihan dalam menghadapi krisis di negara tersebut. PBB menyoroti puluhan demonstran yang terluka saat aksi protes di Hari Buruh 2019.

“Kantor Hak Asasi Manusia PBB sangat khawatir dengan laporan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pasukan keamanan terhadap demonstran di seluruh Venezuela yang diduga mengakibatkan puluhan orang terluka,” kata juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB Marta Hurtado seperti dilansir AFP, Kamis (2/5/2019).

Hurtado meminta Venezuela menghormati aksi yang dilakukan sebagian masyarakat yang dilakukan secara damai pada Rabu (1/5). Dia mengimbau semua pihak mengedepankan diskusi dalam menyelesaikan masalah.

“Semua pihak harus meninggalkan penggunaan kekerasan. Kami mendesak para pemimpin politik untuk terlibat dalam diskusi yang bermakna untuk bekerja untuk menyelesaikan krisis saat ini,” jelas Hurtado.


Hurtado mengimbau para politikus di Venezuela mendorong penyelesaian krisis seacara damai. Menurutnya, mengambil jalan tengah melalui diskusi merupakan solusi yang paling baik.

“Semua pihak harus meninggalkan penggunaan kekerasan. Kami mendesak para pemimpin politik untuk terlibat dalam diskusi yang bermakna untuk bekerja untuk menyelesaikan krisis saat ini,” tutur Hurtado.

Sebelumnya, bentrokan sengit sempat pecah di Venezuela saat upaya kudeta terhadap Presiden Nicolas Maduro dilancarkan kelompok oposisi yang dipimpin Juan Guaido. Sebagian tentara Venezuela ikut berada di barisan oposisi.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (1/5/2019), upaya yang direncanakan dengan hati-hati oleh Guaido untuk menunjukkan dukungan militer yang berkembang, malah berubah menjadi bentrokan sengit di ibu kota Caracas pada Selasa (30/4) waktu setempat.

Para demonstran itu dihujani tembakan dan gas air mata yang diluncurkan oleh tentara loyalis Maduro di dalam pangkalan udara tersebut. Sebuah kendaraan lapis baja milik Garda Nasional Venezuela juga menabrak kerumunan demonstran, yang melemparkan batu dan memukuli kendaraan tersebut.

Sedikitnya 78 orang luka-luka dalam bentrokan tersebut. Kebanyakan dari mereka terkena tembakan peluru karet. Dokter Maggi Santi dari pusat kesehatan Salud Chacao di Caracas menyebut luka-luka yang dialami korban tidak membahayakan nyawa mereka.

(fdu/nvl)