Paus Fransiskus Tolak Pengunduran Diri Kardinal yang Tutupi Skandal Seks

Vatican CityPaus Fransiskus menolak pengunduran diri yang diajukan Kardinal Prancis, Philippe Barbarin, yang terbukti bersalah menutupi skandal seks pastor. Kardinal Barbarin dijatuhi hukuman percobaan enam bulan penjara usai dinyatakan bersalah tidak melaporkan dugaan kekerasan seksual oleh seorang pastor di wilayah keuskupannya.

Diketahui bahwa usai dijatuhi hukuman percobaan dalam persidangan di Lyon pada 7 Maret lalu, Kardinal Barbarin menyatakan akan mengajukan pengunduran diri kepada Paus Fransiskus. Pengunduran diri itu baru diserahkan kepada Paus Fransiskus di Vatikan pada Senin (18/3) waktu setempat.

“Senin (18/3) pagi, saya menyerahkan misi saya kepada Bapa Suci (Paus Fransiskus-red). Dia bicara soal praduga tak bersalah dan tidak menerima pengunduran diri ini,” ucap Kardinal Barbarin dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Rabu (20/3/2019).


Dalam kasus ini, Kardinal Barbarin mengajukan banding atas vonis yang diterimanya dari pengadilan. Ini berarti kasusnya belum inkracht atau memiliki kekuatan hukum tetap.
Kardinal Barbarin (68) yang juga menjabat Uskup Agung Lyon ini, menjadi tokoh paling senior dalam Gereja Katolik Prancis yang terjerat skandal pastor paedofil. Barbarin diketahui menjabat sebagai Kardinal sejak tahun 2003.

Pengadilan Lyon sebelumnya menyatakan Kardinal Barbarin bersalah karena tidak melaporkan, antara Juli 2014 hingga Juni 2015, dugaan tindak kekerasan seksual yang dilakukan pastor Bernard Preynat terhadap sejumlah anak-anak antara tahun 1980-an hingga 1990-an silam.

Preynat sendiri baru akan disidang pada tahun ini. Dalam kasus Preynat, ada sembilan orang yang mengaku menjadi korban kekerasan seks saat mereka masih anak-anak, sekitar 25 tahun silam. Selain melaporkan Preynet, para korban juga melaporkan Kardinal Barbarin yang dituduh tahu soal skandal itu tapi menutup-nutupinya.

Kardinal Barbarin menjadi rohaniwan senior Prancis ketiga yang dinyatakan bersalah karena tidak melaporkan dugaan kekerasan seksual pastor.

Sebelumnya, Paus Fransiskus pernah membela Kardinal Barbarin, dengan menyatakan pada tahun 2016 lalu bahwa pengunduran diri sebelum sidang digelar akan menjadi ‘sebuah kesalahan, kelalaian’.

Kasus yang menjerat Kardinal Barbarin ini terjadi saat Paus Fransiskus bertekad memulihkan kepercayaan jemaat pada Gereja Katolik, menyusul serangkaian skandal pelecehan seksual pastor terhadap anak-anak yang mendunia.

(nvc/ita)