Pasca Serangan Gereja, Cadar di Srilanka Kena Imbasnya

Jakarta – Penggunaan penutup wajah atau cadar bagi wanita muslim terkena imbas dari serangan bom gereja dan hotel di beberapa tempat di Sri Lanka. Pemerintah Srilanka melarang wanita muslim menggunakan aksesoris yang menutup wajah.

Larangan ini diumumkan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena dan mulai berlaku pada Senin (29/4/2019) hari ini. Maithripala mengatakan bahwa pihaknya mengambil langkah darurat pelarangan aksesoris yang menutup seluruh wajah demi pertimbangan keamanan nasional.

Pengumuman ini tidak secara spesifik menyebut burka atau niqab, yang dipakai oleh kaum perempuan muslim. Peraturan tersebut hanya menyatakan bahwa wajah tidak boleh ditutupi untuk memudahkan identifikasi.


Pemerintah Sri Lanka memang telah berupaya mengidentifikasi dan mengejar para terduga pelaku teror bom di gereja dan hotel di beberapa tempat di Sri Lanka yang menewaskan setidaknya 250 orang pada pekan lalu.

Terbaru, ayah dan dua saudara laki-laki Zahran, dalang utama serangan bom Paskah di Sri Lanka, tewas dalam penggerebekan pada Jumat (26/4) lalu. Penggerebekan yang melibatkan baku tembak dan ledakan bom bunuh diri itu terjadi di wilayah pantai timur Sri Lanka.

Sebelumnya, Mohamed Hashim Mohamed Zahran alias Zahran Hashim alias Zahran Moulavi yang disebut otoritas Sri Lanka sebagai dalang utama rentetan bom Paskah, dipastikan tewas dalam ledakan di Hotel Shangri-La yang menjadi salah satu target serangan pada Minggu (21/4) pekan lalu.

Jamaah Tauhid Nasional (NTJ) yang dipimpin Zahran diyakini ada di balik rentetan bom itu. NTJ diyakini dibantu oleh jaringan internasional dalam aksinya. Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.

Keterkaitan antara Zahran dan NTJ dengan ISIS tengah diselidiki secara mendalam oleh otoritas Sri Lanka. Perburuan terhadap orang-orang yang terlibat aktivitas ISIS tengah digencarkan oleh otoritas keamanan setempat.

Sementara itu, otoritas keamanan Sri Lanka memperingatkan bahwa militan di balik rentetan bom Paskah tengah merencanakan serangan lain dalam waktu dekat. Serangan itu disebut akan melibatkan sebuah van dan para pengebom yang berseragam militer Sri Lanka.

Peringatan soal serangan dalam waktu dekat itu diungkapkan oleh para Divisi Keamanan Kementerian (MSD), unit Kepolisian Sri Lanka, dalam surat kepada anggota parlemen dan badan keamanan Sri Lanka seperti dilihat oleh Reuters, Senin (29/4) waktu setempat.

“Bisa jadi ada gelombang serangan lain,” demikian bunyi surat MSD.

“Informasi terkait lebih lanjut menekankan bahwa orang-orang yang memakai seragam militer dan menggunakan sebuah van bisa terlibat dalam serangan,” imbuh surat yang ditandatangani Direktur MSD tersebut.
(nvl/zak)