Operasi Penggulingan Morsi oleh Israel Akhirnya Terkonfirmasi

Operasi Penggulingan Morsi oleh Israel Akhirnya TerkonfirmasiBrigadier-General (reserves) in the Israel Defense Forces, Aryeh Eldad (www.enacademic.com)

Tel Aviv – Tak lama setelah Mohamed Morsi lengser keprabon dari kursi Presiden Mesir pada 3 Juli 2013 lalu, Recep Tayyip Erdogan langsung menuding Israel sebagai dalang kudeta di Negeri Piramida. Israel dan Ameriksa Serikat langsung mengecam Erdogan kala itu. Kini pihak Israel sendiri seolah telah mengkonfirmasi kebenaran tudingan itu.

Mengkilas balik pada 21 Agustus 2013 silam, Erdogan yang saat itu masih menjadi Perdana Menteri Turki mengklaim punya bukti bahwa Israel adalah pihak yang menjungkalkan Morsi. Erdogan bahkan berani menyebut nama Menteri Kehakiman Israel sebagai sandaran tudingannya. Disebutnya, Menteri Kehakiman Israel pernah bertekad tak akan membiarkan Ikhwanul Muslimin berkuasa di Mesir. Adapun Morsi adalah pemimpin Mesir yang pertama kali terpilih secara demokratis sejak Juni 2012.

“Apa yang mereka katakan tentang Mesir: demokrasi bukan soal kotak suara. Siapa di belakang ini? Israel. Kami punya bukti,” kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Turki, sekitar sebulan setelah Morsi di Mesir terguling.

Pemerintah Israel menyatakan Erdogan sedang mengeluarkan omong kosong. 21 Agustus 2013, juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan komentar Erdogan salah total, “Ofensif, tidak berdasar dan keliru”.

Operasi Penggulingan Morsi oleh Israel Akhirnya TerkonfirmasiMohamed Morsi (Asmaa Waguih/REUTERS)

Giliran pihak Mesir yang menanggapi. Perdana Menteri interim Mesir kala itu, Hazem al Beblawi, menyatakan pernyataan Erdogan di luar akal sehat. Dia menilai suara dari Turki itu bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan Mesir.
“Tak bisa diterima oleh orang-orang yang waras,” kata Beblawi kala itu. Hingga sekarang, Morsi dipenjara karena didakwa menangkap dan menyiksa demonstra, membocorkan informasi intelijen, dan penghinaan terhadap pengadilan.

Enam tahun berlalu. Kini, seorang jenderal dari Israel buka suara lewat surat kabar Maariv, Jumat (5/4/2019). Dia adalah Brigadir Jenderal Aryeh Eldad. Israel disebutnya menggulingkan Morsi karena satu alasan.

“Bermaksud membatalkan perjanjian perdamaian dengan Israel dan mengirimkan lebih banyak pasukan militer Mesir ke Semenanjung Sinai,” kata Eldad.

Operasi Penggulingan Morsi oleh Israel Akhirnya TerkonfirmasiFoto: PM Israel Netanyahu di kiri dan Presiden Mesir Al Sisi di kanan. (AFP/HO)

Perjanjian damai Camp David diteken Presiden Mesir terdahulu, Anwar Sadat, dengan Perdana Menteri Israel Menachem Begin pada tahun 1978. Perjanjian itu mengatur agar Israel menarik seluruh pasukan dari Semenanjung Sinai dan membatasi jumlah pasukan Mesir yang bisa dikerahkan ke wilayah tersebut. Perjanjian damai tersebut juga menyerukan resolusi konflik Israel-Palestina.
Menurut Eldad, ketika para pejabat israel mengetahui rencana Morsi untuk membatalkan perjanjian damai Camp David, mereka menjalankan penggulingan Morsi sebagai prioritas. Morsi diganti Abdel Fattah el-Sisi, seorang militer Menteri Pertahanan Mesir. Sisi menjadi Presiden pada 2014 atau setahun setelah memimpin kudeta militer terhadap Morsi.

“Pada tahap itu, Israel segera dan bersedia mengaktifkan cara-cara diplomatik, dan mungkin cara-cara yang lebih hebat, untuk menjadikan Abdel Fatah al-Sisi berkuasa di Mesir, dan meyakinkan poemerintahan AS di bawah Presiden Barack Obama untuk tidak menentang langkah ini,” kata Eldad.

(dnu/jbr)