Muslim di Jerman Dilanda Kecemasan Usai Teror Masjid New Zealand

Berlin – Komunitas muslim di Jerman merasa khawatir akan keselamatan mereka menyusul serangan teroris di dua masjid di kota Christchurch, New Zealand (Selandia Baru).

“Sejak serangan di dua masjid di New Zealand, para anggota komunitas kami menelepon kami untuk mendapatkan informasi mengenai situasi keamanan di Jerman,” ujar Burhan Kesici, Ketua Dewan Islam untuk Republik Federal Jerman.

“Banyak muslim cemas akan situasi dan mereka takut bahwa sesuatu yang mirip dengan serangan di Selandia Baru tersebut mungkin juga terjadi di sini,” imbuhnya dalam sebuah statemen seperti dilansir media Turki, Anadolu Agency, Selasa (19/3/2019).


Sebanyak 50 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam penembakan brutal yang terjadi di dua masjid di kota Christchurch pekan lalu. Pelakunya diidentifikasi sebagai Brenton Tarrant, warga Australia berumur 28 tahun.

Kesici mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir, insiden serangan verbal dan fisik terhadap muslim meningkat signifikan di Jerman. Tak pelak lagi, pembantaian mengerikan di Christchurch telah meningkatkan ketakutan dan kecemasan di kalangan komunitas muslim di negara tersebut.

Kesici pun meminta para politisi untuk mengambil sikap yang jelas terhadap meningkatnya Islamofobia dan rasisme dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Anadolu Agency melaporkan, Kepolisian Jerman mencatat 578 kejahatan kebencian terhadap muslim antara Januari dan September 2018 lalu. Setidaknya 40 muslim terluka dalam serangan-serangan, yang sebagian besar dilakukan oleh para ekstremis sayap kanan.

Jerman yang berpenduduk lebih dari 81 juta jiwa, memiliki populasi muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Hampir 4,7 juta jiwa warga muslim bermukim di Jerman, dengan sekitar 3 juta jiwa di antaranya berasal dari Turki.

(ita/ita)