Menteri Belanda: Iran Berada di Balik Pembunuhan 2 Warganya

Teheran – Pemerintah Belanda menuduh Iran terlibat pembunuhan dua warganya di wilayah Belanda. Pemerintah Belanda pun menyatakan, sanksi-sanksi baru yang dijatuhkan Uni Eropa ke Teheran pun sebagian dikarenakan pembunuhan tersebut.

Dalam suratnya kepada parlemen Belanda seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (9/1/2019), Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan bahwa dinas rahasia Belanda “punya indikasi kuat bahwa Iran terlibat dalam pembunuhan dua warga Belanda asal Iran di Almere pada 2015 dan di Den Haag pada 2017.”

“Orang-orang ini merupakan penentang rezim Iran,” tulis Blok dalam surat yang juga ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Belanda Kajsa Ollongren tersebut.


“Belanda menganggap mungkin bahwa Iran punya andil dalam persiapan atau penugasan pembunuhan dan serangan terhadap wilayah Uni Eropa tersebut,” demikian bunyi surat itu.

Diimbuhkan bahwa Uni Eropa pada Selasa (8/1) waktu setempat “yang sebagian atas rekomendasi Belanda”, setuju untuk menjatuhkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran.

Kepolisian Belanda sebelumnya menyebut kedua korban sebagai Ali Motamed (56) yang dibunuh di kota Almere pada tahun 2015, dan Ahmad Molla Nissi (52) yang dibunuh di Den Haag pada 2017.

Terkait pembunuhan kedua warga Belanda asal Iran itu, pada Juni 2018 lalu, otoritas Belanda mengusir dua diplomat dari Kedutaan Besar Iran. Saat itu Teheran memprotes pengusiran keduanya dan menyebutnya sebagai “langkah yang merusak dan tak bersahabat”. Teheran pun mengancam akan membalas pengusiran itu.

Sebelumnya, Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengkonfirmasi bahwa Uni Eropa telah sepakat mengenai sanksi-sanksi baru yang menargetkan Kementerian Keamanan dan Intelijen Iran serta dua warga Iran.

Pemerintah Denmark telah mempelopori upaya untuk sanksi-sanksi tersebut setelah adanya tuduhan bahwa Teheran mencoba membunuh tiga pembelot Iran di wilayah Denmark.

(ita/ita)